Jumat 12 Nov 2021 10:52 WIB

Laga Krusial Timnas Inggris di Kualifikasi Piala Dunia 2022

Inggris membutuhkan 4 poin dari 2 laga terakhir fase grup untuk memastikan lolos.

Rep: Eko Supriyadi/ Red: Endro Yuwanto
Pelatih timnas Inggris Gareth Southgate.
Foto: AP/Kirsty Wigglesworth
Pelatih timnas Inggris Gareth Southgate.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Inggris yang sudah mengoleksi 20 poin membutuhkan empat poin dari dua pertandingan terakhir fase grup untuk memastikan lolos ke Piala Dunia 2022. Keunggulan Inggris di puncak klasemen Grup I zona Eropa terpangkas menjadi tiga poin, setelah bulan lalu ditahan imbang 1-1 Hungaria.

Polandia berada di peringkat kedua klasemen dengan mengemas 17 poin dan Albania di posisi ketiga dengan mengoleksi 15 poin. Oleh karena itu, pertandingan melawan Albania di Wembley, Inggris, Sabtu (13/11) dini hari WIB, menjadi krusial buat skuad the Three Lions.

Baca Juga

Tim besutan Gareth Southgate harus bisa mengamankan satu tiket ke Piala Dunia yang akan digelar di Qatar lewat kemenangan atas Albania. Ini menjadi salah satu cara Inggris untuk bisa mengamankan peluang lolos tanpa lewat play-off.

Jika kalah, maka perjuangan akan kian sulit karena bakal ada dua tim yang bersaing untuk finis di puncak klasemen. Inggris sampai saat ini menjadi satu-satunya negara yang belum terkalahkan di Grup I, dengan enam kali menang dan dua kali imbang.

 

Mengingat Polandia kemungkinan besar akan mengalahkan Andorra, yang berada di peringkat 156 dunia, maka Inggris tidak akan dipastikan lolos sampai setelah pertandingan grup terakhir melawan San Marino pada Senin 15 November 2021. Di kualifikasi ini, hanya pemuncak klasemen yang otomatis lolos, sementara runner-up masih harus berjuang lagi.

Sebanyak 10 runner-up di babak penyisihan grup akan bergabung dengan dua pemenang grup dari Liga Bangsa-Bangsa musim lalu. Sehingga, jika Inggris kehilangan poin dalam dua pertandingan, perjalanan finalis Euro 2020 itu akan kian berat. Sebab siapapun lawan di babak play-off, sudah pasti tidak akan mudah.

''Kami akan memainkan lebih banyak pertandingan internasional daripada tim manapun di masa lalu. Kami ingin lolos dari grup, tetapi itu bisa terjadi sebagai konsekuensi dari penampilan. Kami ingin mencapai level tinggi tahun ini,'' ujar Southgate dikutip dari Dailymail, Kamis (11/11).

Namun, pertandingan melawan Albania ini terlihat tidak ideal bagi Southgate. Declan Rice, Marcus Rashford, dan James Ward-Prowse ditarik dari skuad dalam beberapa hari terakhir lantaran cedera. Sementara Mason Mount dan Luke Shaw juga tidak ikut dalam jeda internasional November ini karena mengalami cedera. Rashford akan digantikan oleh Emile Smith Rowe yang tampil impresif bersama Arsenal.

Meski diterpa cedera, tapi Southgate tetap yakin timnya bisa mengatasi Albania dan San Marino. Ia memiliki kepercayaan pada seluruh penggawa the Three Lions. "Kami tahu level dan pengalaman para pemain. Kami memilih pemain yang dapat membantu melakukan pekerjaan itu. Kami harus mendapatkan hasil tepat dan lolos dari kualifikasi,'' jelas Southgate.

Sementara Albania masih bertekad memberikan kejutan demi mendapatkan tiket ke Piala Dunia. Harapan Albania berpartisipasi untuk pertama kalinya di Piala Dunia harus terhenti sementara karena dikalahkan Polandia 0-1. Padahal, sebelum kekalahan itu, Albania mencatatkan tiga kemenangan dan tiga clean sheet.

Skuad asuhan Edoardo Reja itu masih menempati peringkat tiga, tertinggal dua poin dari Polandia di peringkat kedua. Karena itu, jika bisa mencuri poin dari Inggris, dan jika Polandia ditahan imbang atau kalah dari Andorra, maka harapan Albania pun akan kembali terbuka.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement