Senin 25 Apr 2022 22:53 WIB

PBSI Ingin Gelar Piala Presiden, Ini Perbedaannya dengan Sirkuit Nasional

Piala Presiden ini upaya PBSI mengintensifkan pembinaan di seluruh provinsi.

Rep: Eko Supriyadi/ Red: Gilang Akbar Prambadi
PBSI. Ilustrasi
PBSI. Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Persatuan Bulu Tangkis Indonesia (PBSI) bakal menggelar Piala Presiden pada Agustus mendatang. Ketua umum PBSI Agung Firman Sampurna menjelaskan kalau Piala Presiden juga menjadi bagian dari proses pembinaan pemain muda di Indonesia. Sebelumnya, pembinaan pemain muda sudah dilakukan dalam ajang sirkuit nasional. 

Sirkuit nasional merupakan kejuaran yang dipakai sebagai tolok ukur pembinaan prestasi nasional bulu tangkis dengan memakai sistem poin. Dalam satu tahun, PBSI menggelar lima sirkuit nasional. Sementara Piala Presiden menggunakan kompetisi yang berorientasi juara.

Baca Juga

Selain itu hanya digelar sekali dalam setahun.  Namun belum pasti apakah mereka yang juara akan langsung masuk pelatnas PBSI atau tidak. Tapi pesertanya berasal dari U-13, U-15 dan U-17.  

''Kalau pembinaan di pelatnas kan 17 tahun ke atas,  sehingga kita bisa merekrut bibit muda paling potensial untuk dilakukan pembinaan,'' kata Agung, dalam konferensi persnya di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur, Senin (25/4/2022).

Agung menuturkan, Piala Presiden ini upaya PBSI mengintensifkan pembinaan olah raga bulu tangkis di seluruh provinsi. Selama ini pembinaan pemain muda banyak dilakukan di pulau Jawa dan Sumatra. Karena itulah, Piala Presiden akan diawali dengan Piala Gubernur, sebagai seleksi untuk tampil di turnamen ini.  

''Ini mendorong kembali olahraga bulu tangkis setelah absen cukup lama karena pandemi. selama ini kan hanya sirkuit nasional, dan ini ada inovasi. Sepak bola sudah ada Piala Presiden, tinju bahkan karapan sapi, tapi bulu tangkis belum ada. Nah kita ingin melengkapi itu,'' ujar dia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement