Senin 19 Sep 2022 07:34 WIB

Menpora Janjikan Piala Dunia U-20 yang Berkesan

Piala Dunia U-20 2023 digelar di Indonesia pada 20 Mei-11 Juni.

Sejumlah pemain Timnas U-19 mengikuti latihan di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (8/9/2022). Latihan tersebut dalam rangka persiapan untuk menghadapi laga kualifikasi Piala Asia U-20 2023.
Foto: ANTARA/Moch Asim
Sejumlah pemain Timnas U-19 mengikuti latihan di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (8/9/2022). Latihan tersebut dalam rangka persiapan untuk menghadapi laga kualifikasi Piala Asia U-20 2023.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali menjanjikan penyelenggaraan Piala Dunia U-20 2023 akan menjadi momen tak terlupakan bagi negara-negara peserta yang datang ke Indonesia. Zainudin memastikan akan mengeklaim ‘hospitality’ di enam kota tuan rumah penyelenggaraan Piala Dunia U-20 yang untuk pertama kalinya akan digelar di Indonesia itu.

“Kami akan melakukan ini sebaik-baiknya sebagai tuan rumah. Tentu kami juga akan menyiapkan segala sesuatunya, apa yang dibutuhkan untuk ajang ini. Kami akan memberikan kesan yang baik supaya bisa menjadi kenangan bagi 23 negara lainnya yang akan datang,” kata Zainudin saat peluncuran maskot Piala Dunia U-20 2023 di Jakarta, Ahad (18/9).

Baca Juga

Menpora yakin bila Piala Dunia U-20 2023 terselenggara dengan sukses, itu dapat meningkatkan nilai tawar Indonesia di mata dunia dan membuka kesempatan bagi Indonesia untuk kembali dipercaya FIFA sebagai tuan rumah ajang internasional bergengsi lainnya.

FIFA sebelumnya telah merilis logo resmi Piala Dunia U-20 2023 bertepatan dengan Hari Kemerdekaan RI pada 17 Agustus lalu. Logo tersebut terinspirasi oleh warna bendera Indonesia, laut biru kehijauan, dan arus yang mengalir melalui kepulauannya.

Selanjutnya, maskot resmi Piala Dunia U-20 2023 juga telah resmi diperkenalkan ke publik pada 245 hari menjelang penyelenggaraannya. Badak Cula Satu ditetapkan menjadi maskot resmi Piala Dunia U-20 2023 yang merepsentasikan energi dan antusiasme pemain dan penggemar sepak bola di Indonesia dan dunia.

Maskot yang diberi Bacuya itu memiliki tanduk warna-warni yang menyala yang melambangkan penjaga talenta muda sekaligus mercusuar untuk masa depan sepak bola apalagi Piala Dunia U-20 2023 bakal menjadi panggung bagi para talenta terbaik sepak bola untuk menjadi legenda masa depan.

Maskot Resmi itu diperkenalkan kemarin pada Car-Free Day Jakarta. Energinya mencerminkan semangat turnamen serta membawa keceriaan dan keseruan bagi pemuda di seluruh Indonesia dan dunia.

Anak-anak dan orang dewasa dapat melihat Bacuya saat ia ditampilkan di depan Patung Selamat Datang pada pukul 08:00 sebelum diarak sepanjang Jalan Sudirman pada Car-Free Day.

Dalam beberapa bulan mendatang, energi sang badak ini akan membawa keceriaan dan keseruan Piala Dunia FIFA U-20  kepada pemuda dan penggemar di seluruh Indonesia dan dunia. Dengan tanduk warna-warni yang menyala saat ia bermain sepak bola, Bacuya siap menarik perhatian di sisi para juara generasi mendatang. Turnamen ini akan menghadirkan panggung bagi para talenta terbaik sepakbola untuk menjadi legenda masa depan.

“Maskot Resmi FIFA U-20 World Cup akan menarik penonton yang lebih muda dalam turnamen yang menjadi fondasi kokoh dalam pengembangan bintang muda sepak bola di seluruh dunia," kata Direktur Turnamen FIFA Jaime Yarza.

Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan bangga memperkenalkan Bacuya kepada pencinta sepak bola di seluruh dunia. Ia mengatakan  Bacuya adalah milik semua orang, bukan hanya Indonesia. "Menjadi tuan rumah FIFA U-20 World Cup akan berdampak besar bagi pertumbuhan sepakbola di Indonesia dan Asia Tenggara, dan Bacuya akan menginspirasi generasi baru penggemar sepakbola," kata dia.

Piala Dunia U-20 2023 digelar di Indonesia pada 20 Mei-11 Juni, diikuti 24 negara termasuk Indonesia sebagai tuan rumah.

Ada enam stadion yang sudah disiapkan untuk Piala Dunia U-20, yakni Stadion Utama Gelora Bung Karno (Jakarta), Stadion Jakabaring (Palembang), Stadion Si Jalak Harupat (Bandung), Stadion Manahan (Solo), Stadion Gelora Bung Tomo (Surabaya) dan Stadion Kapten I Wayan Dipta (Gianyar, Bali).

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement