Sabtu 19 Mar 2022 15:37 WIB

Dari Papua ke Mandalika Menyapa Wisatawan Domestik dan Mancanegara

MotoGP Mandalika menjadi ajang mengenalkan destinasi wisata di seluruh Indonesia.

Rep: Afrizal Rosikhul Ilmi/ Red: Agus raharjo
Kabid Pariwisata Dinas Pariwisata Kabupaten Fakfak, Papua Barat, Marthen Ronold Wouw di stand UMKM Sirkuit Pertamina Mandalika, Sabtu (19/3/2022) .
Foto: Republika/Afrizal Rosikhul Ilmi
Kabid Pariwisata Dinas Pariwisata Kabupaten Fakfak, Papua Barat, Marthen Ronold Wouw di stand UMKM Sirkuit Pertamina Mandalika, Sabtu (19/3/2022) .

REPUBLIKA.CO.ID, LOMBOK TENGAH -- Gelaran Pertamina MotoGP Indonesia di Sirkuit Pertamina Mandalika menjadi daya tarik bagi wisatawan domestik dan mancanegara. Peluang ini dimanfaatkan oleh pengembang wisata di daerah-daerah lain untuk memperkenalkan produk dan destinasi wisata di daerah masing-masing.

Republika.co.id menemukan hal unik saat berkeliling di area sirkuit. Selain bazar makanan dan minuman, banyak juga yang menjual produk-produk makanan atau oleh-oleh kerajinan tangan ciri khas daerah masing-masing. Ada yang datang dari pulau Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, hingga Papua.

Baca Juga

Kabid Pariwisata Dinas Pariwisata Kabupaten Fakfak, Papua Barat, Marthen Ronold Wouw jauh-jauh datang ke Lombok untuk memaksimalkan peluang langka ini. Dia melihat antusiasme masyarakat Indonesia sangat tinggi terhadap ajang balap motor yang baru kembali digelar di Indonesia setelah 25 tahun.

Marthen mengatakan ia dan rombongannya sudah mulai membuka gerai sejak hari pertama pada Jumat (18/3/2022). Dia mengaku sudah banyak pengunjung yang datang ke stand-nya walaupun untuk sekadar bertanya-tanya. Ia pun dengan senang hati memenuhi rasa ingin tahu para pengunjung tersebut.

"Kami punya produk unggulan UMKM, dan semua produk kami adalah olahan dari buah Pala. Ada sirup, sari buah, keripik, balsem, sabun dan sebagainya. Juga ada beberapa hasil kerajinan tangan yang sudah dibuat oleh kelompok ibu-ibu di daerah, intinya semua yang dijual di sini adalah ciri khas dari kabupaten Fakfak," kata Marthen kepada Republika.co.id, Sabtu (19/3/2022).

Marthen mengakui ciri khas dan potensi dari Papua adalah destinasi wisata. Sebab itu dia juga mengambil kesempatan untuk memperkenalkan sekaligus mengajak para wisatawan untuk datang ke Fakfak.

"Kami memang mengambil momen ini untuk memperkenalkan destinasi wisata kami. Kami juga mengajak orang-orang untuk berinvestasi di wilayah kami," ujarnya.

"Kami juga menggunakan website untuk memasarkan destinasi wisata kami," tambah Marthen.

Dia mengungkapkan perjuangan rombongannya datang ke Lombok sangat besar. Mulai dari naik pesawat ke Jakarta, ada yang lewat jalur laut dan tentunya juga darat. "Semua proses itu kami nikmati karena saya yakin proses takkan mengkhianati hasil. Kami senang bisa turut serta dalam even internasional ini," ujarnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement