Jumat 17 Jun 2022 05:32 WIB

Alasan Mengapa Tekuni Dzikir-Dzikir Tertentu Harus Sesuai Adab dan Dibimbing Guru 

Dzikir mempunyai sejumlah keutamaan bagi para pelakunya

Rep: Andrian Saputra/ Red: Nashih Nashrullah
Ilustrasi keutamaan dzikir. Dzikir mempunyai sejumlah keutamaan bagi para pelakunya
Foto: ANTARA/Rahmad
Ilustrasi keutamaan dzikir. Dzikir mempunyai sejumlah keutamaan bagi para pelakunya

REPUBLIKA.CO.ID, — Ada banyak sekali bacaan dzikir yang diajarkan Rasulullah SAW. Seperti bacaan tasbih, tahmid, takbir dan lainnya. Tentunya setiap Muslim dapat membacanya setiap saat dan dimanapun dengan tetap memperhatikan etika dalam berdzikir. 

Akan tetapi agar memantapkan dzikir serta mendapatkan rahasia-rahasia dzikir seseorang perlu mendapatkan bimbingan dari para guru atau mursyid. Dengan bimbingan para guru atau mursyid maka seseorang akan terarah ketika melakukan dzikir.  

Baca Juga

Karena itu menurut Pendakwah yang juga Sekretaris Awwal Idaroh Aliyah-Jam'iyyah Ahlith Thoriqoh al-Mu'tabaroh an-Nahdliyyah (Jatman), KH Ali M Abdillah, penting sekali orang yang hendak menjadi ahli dzikir untuk mempelajari dan memahami ilmu-ilmu yang dapat mengantarkannya bisa mengungkap rahasia-rahasia dzikir. Semisal dengan mempelajari tasawuf dan mengikuti metode-metode yang diajarkan para ahli tarekat.  

Kiai Ali mencontohkan seseorang yang melakukan dzikir nafi isbat membaca lafadz Laa Ilaaha illallah dengan sesuai metode, teknik dan bimbingan para guru atau mursyid, maka orang tersebut akan merasakan energi ilahiyah yang memberi efek positif baik pada rohaniah maupun jasmaniah. 

"Maka perlu ilmu dzikir, untuk tahu ilmunya dzikir harus terbiasa dengan mengikuti pengajian tentu yang fokus dengan masalah dzikir adalah pengajian terkait dengan tasawuf dan tarekat," kata Kiai Ali, beberapa hari lalu. 

Karena itu kiai Ali mengajak orang tua untuk menjadi teladan bagi anak-anak dengan menghadiri majelis-majelis dzikir dan mempelajari seluk-beluk tentang dunia tasawuf kepada para mursyid dan ahli tarekat yang mu'tabar atau tersambung hingga kepada Rasulullah SAW. 

Sebab menurut kiai Ali bila setiap anggota keluarga memiliki frekuensi yang sama maka akan merasakan kenyamanan dalam berdzikir dan kumpul bersama ahli-ahli dzikir yang akan berdampak pada pembentukan akhlak yang baik (akhlakul karimah). 

Kiai Ali mengatakan setiap orang bisa mengikuti dan mengamalkan dzikir dan ilmu tarekat. Menurutnya terdapat dzikir-dzikir khusus yang dibaca secara istikamah pada waktu tertentu namun ada juga dzikir-dzikir yang bisa dibaca sambil beraktivitas. Menurut kiai Ali orang yang telah istikamah menjalankannya pasti akan merasakan nikmatnya berdzikir.  

"Jadi orang yang sudah merasakan kenikmatan dzikir itu akan sulit untuk meninggalkan. Bahkan kalau dia lupa meninggalkan dzikir itu kaya ada yang kehilangan. Di dalam hati itu ada yang kurang," katanya.    

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement