Selasa 20 Dec 2022 20:35 WIB

Transjakarta Komitmen Dukung Kampanye Anti-Kekerasan terhadap Perempuan

Pelecehan seksual di transportasi publik diharapkan bisa berkurang atau hilang.

Rep: Amri Amrullah/ Red: Karta Raharja Ucu
Setop pelecehan seksual (ilustrasi).
Foto: Dok Kemendikbud
Setop pelecehan seksual (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) mendukung kampanye internasional 16 Hari Anti-Kekerasan terhadap perempuan. Komitmen Transjakarta soal antikekerasan terhadap perempuan, terutama di transportasi publik ini dengan mengadakan dialog dan pameran foto di Halte Transjakarta CSW pada Selasa 20 Desember 2022.

Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan Transjakarta Anang Rizkani Noor mengatakan, kampanye itu merupakan bagian dari langkah pencegahan di tengah banyaknya kasus pelecehan seksual di transportasi publik. "Kami juga sudah melakukan penanganan dan tindak lanjut agar pelecehan seksual di transportasi publik berkurang atau hilang," ujar Anang di Jakarta, Selasa (20/12/2022).

Kampanye internasional 16 Hari Anti-Kekerasan terhadap Perempuan telah diperingati sejak 1991. Pada tahun ini, acara yang dilakukan Transjakarta memperingati Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan bekerja sama dengan Suara Hati Perempuan Foundation, mengambil tema Seni & Tutur Perempuan '16 Perempuan, 16 Suara, 16 Kekuatan'.

Founder Suara Hati, Nova Eliza mengatakan gagasan kampanye Anti Kekerasan Seksual ini dimulai oleh Women's Global Leadership Institute dengan bantuan dukungan oleh Center for Women Global Leadership. Kampanye ini dilakukan setiap tahun mulai 25 November--10 Desember.

Untuk tahun ini, sambung Nova, peringatan acara ini merupakan satu (1) dari lima (5) rangkaian kegiatan roadshow Suara Hati Perempuan Foundation. Kegiatan ini didukung oleh Ditjen Kebudayaan, Transjakarta, Komnas Perempuan.

“Kampanye ini merupakan bagian dari kampanye internasional untuk mendorong upaya-upaya penghapusan kekerasan terhadap perempuan di seluruh dunia," kata Nova.

Menurut dia, kekerasan terhadap perempuan saat ini masih tinggi di Indonesia, karena itu dengan adanya ajang Judul Seni & Tutur Perempuan '16 Perempuan, 16 Suara, 16 Kekuatan' ini, pihaknya ingin adanya Peningkatan kesadaran perempuan untuk bersuara.

"Satu Perempuan berani speak up, akan menyelamatkan banyak orang dari tindak kekerasan," ujar Nova.

Ke 16 perempuan yang terlibat di Judul Seni & Tutur Perempuan diantaranya adalah Melly Goeslaw, Donna Agnesia, Hana Madness, Ayushita, Ussy Sulistiawaty, Melanie Subono, Ruth Marini, Leony VH, Amy Fitria S, Jihan Husein, Nia Dinata, Revina VT, Mian Tiara, Nia Gautama, Ningrum Syaukat dan Rita Tila.

Direktur Pelindungan, Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemenristek-dikti Judi Wahjudin mengaku sangat senang dan antusias dapat bekerja sama dengan semua pihak dalam kampanye ini. Karena, ia meyakini, perempuan memiliki peran penting dalam pembangunan bangsa.

"Dan dengan adanya kegiatan ini perempuan berani bersuara untuk mengurangi kekerasan terhadap perempuan kekerasan terhadap perempuan," kata Judi.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement