Kamis 06 Jul 2023 23:19 WIB

Benarkah Threads Meta Jadi Ancaman untuk Twitter?

Tampilan Threads sangat mirip dengan Twitter.

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Natalia Endah Hapsari
Penampilan Threads, pesaing Twitter buatan Meta
Foto: The Verge
Penampilan Threads, pesaing Twitter buatan Meta

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Aplikasi Threads besutan Meta telah tersedia untuk diunduh di App Store dan Playstore. Bos Meta, Mark Zuckerberg, telah memperkenalkan Threads lewat unggahan di akun Facebook-nya. Tampilan Threads sangat mirip dengan Twitter.

Pada video yang dia unggah, Zuckerberg menyebut Threads sebagai ruang publik yang terbuka dan ramah untuk melakukan percakapan. Visi Threads adalah menyoroti bagian terbaik dari Instagram dan memberikan pengalaman baru berbagi berbagai teks dan ide.

Baca Juga

"Saya rasa dunia membutuhkan komunitas yang ramah semacam ini, dan saya sangat berterima kasih kepada kalian semua yang sudah menjadi bagian dari Threads sejak hari pertama. Threads sudah tersedia di App Store sekarang," kata Zuckerberg.

Uniknya, Zuckerberg seolah sengaja membuat tampilan serupa Twitter untuk mengusik perusahaan media sosial yang kini dimiliki Elon Musk itu. Zuckerberg juga membuat cuitan di akun Twitter-nya, mengunggah gambar meme dua Spiderman yang mirip, saling menunjuk satu sama lain.

Belakangan, Twitter cukup disorot akibat berbagai kebijakan yang dianggap memberatkan pengguna. Dengan kehadiran Threads, bukan tidak mungkin para pengguna Twitter akan beralih ke aplikasi baru tersebut.

Dikutip dari laman Mashable, Kamis (6/7/2023), para pengguna Twitter menyuarakan protes masif atas aneka regulasi baru dari Musk. Salah satunya, ada batasan akses, di mana pengguna Twitter biasa (tidak diverifikasi) hanya dapat melihat 600 cuitan dalam sehari.

Sementara, Threads akan bernaung di bawah payung Instagram. Deskripsi aplikasi menyebut Threads sebagai tempat komunitas berkumpul untuk mendiskusikan segala hal, mulai dari topik yang diminati hari ini hingga apa yang dirasa akan menjadi tren di kemudian hari.

"Apa pun yang Anda minati, Anda dapat mengikuti dan terhubung langsung dengan pembuat konten favorit Anda dan orang lain yang menyukai hal yang sama, atau bangun pengikut setia Anda sendiri untuk berbagi ide, opini, dan kreativitas dengan dunia," demikian keterangan soal aplikasi Threads.

Pada tangkapan layar yang menyertai keterangan tersebut, pengguna disebut akan dapat menggunakan Threads sambil tetap menggunakan akun Instagram yang terdaftar. Aplikasi juga akan memungkinkan pengguna untuk mengikuti akun yang sama yang sudah diikuti di Instagram.

Tambahannya, pengguna bisa menikmati beberapa fitur lain, yang cukup mirip dengan yang selama ini sudah tersedia di Twitter, misalnya membuat utas dan membalasnya dalam format yang sama.

Meskipun, belum jelas apakah fitur lain seperti Spaces bergaya Clubhouse juga akan tersedia. Namun, tambahan itu dianggap sebagai hal-hal sederhana yang akan mudah diimplementasikan setelah platform mulai beroperasi.

Bagi banyak orang, kehadiran Threads bisa menjadi alasan untuk akhirnya beralih dan "membuang" Twitter. Threads dianggap jadi pesaing yang tepat, tidak seperti platform lain seperti Mastodon, Bluesky, atau Truth Social, yang baru-baru ini mencoba jadi pesaing, tetapi tidak berhasil.

Sejak Musk mengambil alih Twitter, platform tersebut telah mengalami berbagai perubahan signifikan. Sebut saja pengenalan lencana verifikasi berbayar Twitter Blue, jumlah tampilan, berbagai jenis lencana verifikasi, dan pembatasan sementara tampilan cuitan. Sayangnya, beragam inovasi tersebut ternyata tidak cocok dengan sejumlah besar pengguna.

Jangan lupa follow akun Threads Republika https://www.threads.net/@republikaonline

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement