Rabu 15 Feb 2023 07:52 WIB

Galtier Sesali PSG Ditekuk Bayern Munchen di Kandang Sendiri

PSG dijebol Munchen sebelum Mbappe masuk pada awal babak kedua.

Rep: Reja Irfa WIdodo/ Red: Israr Itah
 Pelatih kepala PSG Christopher Galtier kecewa setelah timnya dikalahkan Bayern Munchen pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions.
Foto: EPA-EFE/CHRISTOPHE PETIT TESSON
Pelatih kepala PSG Christopher Galtier kecewa setelah timnya dikalahkan Bayern Munchen pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions.

REPUBLIKA.CO.ID, PARIS -- Paris Saint-Germain (PSG) gagal memanfaatkan peluang sebagai tuan rumah untuk memenangkan pertandingan leg pertama babak 16 besar Liga Champions melawan Bayern Munchen, Rabu (15/2) dini hari WIB. PSG justru takluk 1-0 oleh gol Kingsley Coman di Parc des Princes. 

Hasil ini membuat langkah mereka lolos ke perempat final cukup berat karena leg kedua akan berlangsung di Allianz Arena, kandang Muenchen, Kamis (9/3/2023) dini hari WIB.

Baca Juga

Pelatih PSG Christophe Galtier secara terbuka mengakui perasaannya bahwa sangat kecewa atas kekalahan tersebut. Namun ia tetap menatap leg kedua dengan perasaan optimis di mana timnya yakin lolos ke perempat final.

“Kami semua tahu tidak ada yang akan lolos atau tersingkir malam ini,” ujarnya dilansir dari laman resmi UEFA.

PSG, menurut Galtier, tak mempunyai kedalaman permainan yang menyebabkan Munchen menekan. Ia sudah menduga jika timnya tak bermain dengan kedalaman, maka Munchen akan mendatangkan kesulitan seperti yang mereka lakukan pada babak pertama.

Galtier menyayangkan, ketika akan memasukkan Kylian Mbappe untuk menambahkan kekuatan serangan, Munchen justru mencetak gol. Situasi tersebut menjadikan tugas tim dan Mbappe menjadi lebih berat. Mbappe sempat dua kali mencetak gol penyama kedudukan sebelum waktu normal berakhir, tapi dianulir karena offside.

"Mereka mempersulit kami, tetapi kami bisa melakukannya dengan lebih baik dari bek sayap kami,” kata Galtier.

Sang pelatih mengakui Munchen memang pantas mencetak gol karena mereka bermain bagus selama 60 menit. Namun PSG kemudian bermain jauh lebih baik selama 25 menit terakhir. Dalam posisi tertinggal, menurutnya PSG meningkatkan tekanan dan itu dianggap sebuah nilai yang positif. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement