Selasa 07 Mar 2023 06:14 WIB

Juri akan Putuskan Nasib Mantan Eksekutif Fox dalam Kasus Korupsi di Sepak Bola

Dua mantan eksekutif 21st Century Fox dituduh menyuap pejabat sepak bola Conmebol.

FIFA (ilustrasi). Dua mantan eksekutif 21st Century Fox dan sebuah perusahaan pemasaran olahraga dituduh menyuap para pejabat sepak bola Amerika Selatan Conmebol dengan imbalan hak siar yang menguntungkan.
Foto: EPA/STEFFEN SCHMIDT
FIFA (ilustrasi). Dua mantan eksekutif 21st Century Fox dan sebuah perusahaan pemasaran olahraga dituduh menyuap para pejabat sepak bola Amerika Selatan Conmebol dengan imbalan hak siar yang menguntungkan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Para juri mulai berunding pada Senin (6/3/2023) dalam kasus yang melibatkan dua mantan eksekutif 21st Century Fox dan sebuah perusahaan pemasaran olahraga. Mereka dituduh menyuap para pejabat sepak bola Amerika Selatan dengan imbalan hak siar yang menguntungkan.

Jaksa federal Brooklyn menuduh Carlos Martinez dan Hernan Lopez mengatur skema suap jutaan dolar untuk mendapatkan kontrak media di bawah harga pasar dan menjamin kesetiaan para pejabat di badan sepak bola Amerika Selatan, CONMEBOL. Rekan terdakwa, Full Play Group SA, juga dituduh melakukan hal yang sama. Ketiga terdakwa mengaku tidak bersalah dan membantah melakukan kesalahan.

Baca Juga

Selama persidangan yang berlangsung selama tujuh pekan, para juri melihat email, kontrak dan catatan bisnis. Menurut jaksa penuntut, email itu mengungkap rencana Martinez dan Lopez selama bertahun-tahun untuk memajukan karier mereka dengan menyalurkan pembayaran kepada pejabat sepak bola melalui kontrak palsu dan perjanjian konsultasi.

Kasus ini bermula dari penyelidikan besar-besaran terhadap korupsi di sepak bola internasional dan badan sepak bola dunia FIFA. Penyelidikan ini telah menghasilkan puluhan dakwaan sejak pihak berwenang AS dan internasional melakukan penangkapan pertama pada 2015.

Kasus pemerintah sangat besar bergantung pada kesaksian pengusaha Argentina Alejandro Burzaco, yang telah mengaku bersalah karena menyuap para pejabat sepak bola tetapi belum dijatuhi hukuman. Burzaco mengatakan kepada para juri bahwa Martinez dan Lopez mengetahui dan menyetujui skema tersebut, yang ia katakan telah mereka diskusikan dalam beberapa pertemuan.

Pihak pembela telah menyerang kredibilitas Burzaco, dengan menuduh dia secara keliru melibatkan Martinez dan Lopez untuk mendapatkan hukuman yang lebih ringan di bawah perjanjian kerja samanya dengan pemerintah.

Seorang pengacara Burzaco mengatakan bahwa "tidak masuk akal" untuk mengatakan bahwa kliennya berbohong dalam kesaksiannya yang "sangat menguatkan".

Pengacara Martinez dan Lopez mengatakan kepada para juri dalam argumen penutup pada hari Jumat bahwa klien mereka tidak mengetahui skema Burzaco. Tak satu pun dari email dan dokumen yang dikutip oleh jaksa penuntut yang secara langsung melibatkan kedua orang itu, kata mereka.

Jaksa penuntut mengatakan kesaksian Burzaco "sangat menghancurkan" dan menuduh bahwa email-email tersebut menunjukkan bahwa ia mendiskusikan suap tersebut dengan Martinez dan Lopez dengan menggunakan kode-kode rahasia.

sumber : Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement