Kamis 16 Mar 2023 17:07 WIB

Ikut Kongres FIFA di Rwanda, Erick Jajaki Kerja Sama dengan Federasi Lain

Kongres FIFA di Kigali, Rwanda menjadi kesempatan besar bagi sepakbola Indonesia.

Rep: Muhammad Nursyamsi/ Red: Ahmad Fikri Noor
Ketua Umum PSSI Erick Thohir (kedua kanan) menggelar pertemuan dengan Presiden Federasi Sepak Bola Palestina, Jibril Rajoub (kedua kiri) di sela-sela Kongres FIFA di di Kigali, Rwanda pada Kamis (16/3/2023).
Foto: dok Republika.co.id
Ketua Umum PSSI Erick Thohir (kedua kanan) menggelar pertemuan dengan Presiden Federasi Sepak Bola Palestina, Jibril Rajoub (kedua kiri) di sela-sela Kongres FIFA di di Kigali, Rwanda pada Kamis (16/3/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, KIGALI -- Kongres FIFA di Kigali, Rwanda, menjadi kesempatan besar bagi sepakbola Indonesia. Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Erick Thohir pun memanfaatkan momentum ini untuk menjajaki sejumlah kerja sama dengan federasi sepakbola lain.

Hal ini ditunjukkan Erick saat bertemu dengan Presiden Japan Football Association (JFA) Tashima Kohzo di sela-sela Kongres FIFA pada Kamis (16/3/2023). Dalam beberapa kesempatan, Erick kerap menyinggung langkah keberhasilan Jepang yang secara konsisten melakukan pengembangan berkelanjutan terhadap sepakbola. 

Baca Juga

"Kami berbicara tentang potensi kolaborasi kedua federasi, PSSI dan JFA, untuk kerja sama sepakbola Indonesia dan Jepang ke depannya," ucap Erick pada Kamis (16/3/2023).

Erick menyampaikan fokus area kolaborasi meliputi pengembangan liga, perbaikan perwasitan dan pengembangan sepakbola putri di Indonesia. Mantan presiden Inter Milan itu mengatakan Jepang sangat antusias dengan rencana kerja sama terhadap pengembangan sepakbola Indonesia.

"Terima kasih kepada JFA yang telah bersama-sama PSSI untuk membangun sepakbola Indonesia ke depan," kata Erick.

Tak hanya dengan Jepang, Erick juga bertemu dengan Presiden Asia Football Confederation (AFC) Shaikh Salman Al Khalifa dan Presiden Federasi Sepakbola Kerajaan Arab Saudi, Yaser Al Misehal pada Rabu (15/3/2023) kemarin.

Shaikh Salman, ucap Erick, menaruh perhatian besar atas sepakbola Indonesia. Shaikh Salman, lanjut Erick, menilai Indonesia merupakan negara dengan penduduk yang sangat menggemari sepakbola, namun memiliki pekerja rumah besar dalam memperbaiki iklim sepakbola agar bisa bersaing di kancah internasional.

"Shaikh Salman mendorong untuk pembenahan total PSSI karena Indonesia adalah negara sepakbola terbesar di Asia Tenggara," ujar Erick.

Erick pun mengamini dorongan tersebut sebagai tambahan motivasi dalam memperbaiki sepakbola Tanah Air. Erick menyebut perbaikan sepakbola Indonesia sudah menjadi bagian dari program reformasi total dalam tata kelola PSSI.  

Erick juga menyebut peran penting KSA dalam pencalonan tuan rumah Piala Dunia U-20 bagi Indonesia. Dalam perbincangan dengan Yaser, Erick juga menjajaki sejumlah kerja sama PSSI dengan Saudi ke depan.

"Saya berterima kasih ke Presiden Yaser. Arab Saudi adalah salah satu tim yang mendukung Indonesia ketika kita bidding untuk Piala Dunia U-20," kata Erick.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement