Senin 20 Mar 2023 21:17 WIB

Tiba di Sragen Petang, Jenazah Syabda Perkasa Dikebumikan Usai Shalat Maghrib

Syabda Perkasa Belawa dimakamkan di TPU Karaban.

Rep: C02/ Red: Israr Itah
Suasana rumah duka di kediaman keluarga Syabda Perkasa di Ngroto, Sumberejo, Mondokan, Sragen, Senin (20/3/2023).
Foto: Muhammad Noor Alfian
Suasana rumah duka di kediaman keluarga Syabda Perkasa di Ngroto, Sumberejo, Mondokan, Sragen, Senin (20/3/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, SRAGEN –- Pebulu tangkis putra Pelatnas Cipayung Syabda Perkasa Belawa akhirnya dimakamkan pada Senin (20/3/2023) petang. Ia dimakamkan satu liang lahat bersama ibunya Anis Sulistyawati serta neneknya Karsi di TPU Karaban, Dusun Ngroto, Desa Sumberejo, Kecamatan Mondokan, Sragen, seusai shalat magrib.

Sebelumnya saat jenazah Syabda dan ibunya tiba di rumah duka dari Pemalang sekitar pukul 17.05 WIB, isak tangis dari pihak keluarga dan para pelayat pecah. Jenazah Syabda serta ibunya kemudian dishalatkan oleh pelayat dan setelah itu langsung dibawa ke TPU untuk dimakamkan.

Baca Juga

Kakak sepupu Syabda, Fitriana (38) mengatakan, jenazah Syabda dan ibunya dimakamkan satu liang lahat serta dimakamkan secara berurutan. "Dimakamkan satu liang lahat berurutan atau sampingan. Dari nenek, ibu, dan Syabda," katanya.

Kerabat lainnya, Swara Satria menjelaskan, kedatangan Syabda sebenarnya untuk takziah dan mengikuti prosesi pemakaman neneknya yang wafat pada Ahad (19/3/2023) malam. Suratan takdir, Syabda justru ikut "menemani" sang nenek berpulang.

"Jadi kemarin itu neneknya masuk rumah sakit, pas malam terus dinyatakan meninggal. Keluarga pada mau pulang untuk takziah. Nah, Syabda lagi di rumahnya, akhirnya mau ikut pulang (ke Sragen). Satu mobil sama kakak, adik, ibu, dan bapaknya," katanya. 

Swara mengatakan pihaknya menerima kabar bahwa Syabda dan rombongan mengalami kecelakaan sekitar pukul 04.00 WIB. "Pertamanya yang meninggal mamahnya, kemudian Syabdanya dibawa kerumah sakit tapi tidak tertolong," katanya. 

Menurut Swara, Sabda pulang terakhir ke Sragen pada Desember tahun lalu. "Kayaknya Desember kemarin, kebetulan pas saya menikah dia datang," katanya. 

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement