Selasa 11 Apr 2023 21:11 WIB

PSSI Tegaskan Belum Ada Pembicaraan dengan FIFA untuk Piala Dunia U-17

Saat ini belum ada komunikasi terkait Piala Dunia U-17 antara PSSI dan FIFA.

Anggota Exco PSSI Arya Sinulingga.
Foto: Dok PSSI
Anggota Exco PSSI Arya Sinulingga.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI Arya Sinulingga menegaskan bahwa sampai sejauh ini belum ada pembicaraan antara organisasinya dengan badan sepak bola dunia (FIFA) terkait pengajuan menjadi tuan rumah Piala Dunia U-17 2023.

"Sampai kemarin belum ada pembicaraan ketika Pak Erick (Thohir) bertemu dengan FIFA, dengan Presiden FIFA Pak Gianni (Infantino). Belum ada pembicaraan ke sana. Jadi kita belum bisa untuk mengajukan apa pun. Apalagi kan kita, karena kita gak bisa menyelenggarakan kan kita gak terlalu pede-pede (percaya diri) banget juga untuk dikasih atau apa," kata Arya saat ditemui di GBK Arena, Jakarta, Selasa (11/4/2023) malam.

Wacana agar Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-17 sempat muncul di publik setelah tuan rumah ajang tersebut Peru dinyatakan oleh FIFA tidak memiliki kesiapan infrastruktur. Sebelumnya, Indonesia telah terlebih dahulu dibatalkan oleh FIFA untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 yang semestinya berlangsung pada Mei 2023 mendatang. "Mungkin nanti kalau FIFA-nya membuka ruang gitu ya misalnya dan Indonesia pun dikasih ruang oleh FIFA untuk mengajukan seperti kemarin Argentina, ya kenapa tidak. Tapi kita tetap nunggu proses FIFA-nya bagaimana," jelas Arya.

Meski menegaskan bahwa saat ini belum ada komunikasi terkait Piala Dunia U-17, Arya menyatakan, jika ditunjuk untuk menyelenggarakan ajang dua tahunan tersebut, Indonesia telah siap.

"Kalau kesiapan infrastruktur kita siap, stadion kita siap, kemarin panitianya juga siap sebenarnya untuk menyelenggarakan U-20 yang harusnya bulan sekarang ini ya. Bulan Juni kan? Itu saya rasa kalau untuk panitia, untuk infrastruktur, semua sih siap PSSI-nya," papar sosok yang juga menjabat sebagai staf khusus Menteri BUMN tersebut.

Indonesia belum lama ini mendapat hukuman dari FIFA akibat gagal menjamin penyelenggaraan Piala Dunia U-20. Namun hukuman FIFA tersebut jauh lebih ringan daripada yang dibayangkan sebelumnya, yakni hanya pembekuan dana bantuan untuk pengembangan sepak bola di Indonesia, FIFA Forward.

Pada acara syukuran setelah Indonesia tidak diberikan hukuman berat oleh FIFA pada pekan lalu, anggota Komite Eksekutif lainnya Endri Erawan juga menyatakan bahwa Indonesia siap jika ditunjuk FIFA menggantikan Peru menjadi tuan rumah Piala Dunia U-17.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement