Kamis 20 Apr 2023 14:26 WIB

Ketegasan Erick Thohir Soal Sanksi Klub Dinilai Baik untuk Sepak Bola Nasional

Sanksi pengurangan poin bagi suporter yang rusuh diberlakukan.

Ketua Umum PSSI Erick Thohir (tengah) bersama Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Anggoro Eko Cahyo (kanan) memberikan keterangan pers saat launching gerakan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan kepada ekosistem sepak bola Indonesia di Jakarta, Kamis (13/4/2023).  Dalam kesempatan tersebut juga diserahkan kartu peserta BPJS Ketenagakerjaan kepada 353 wasit serta asisten wasit Liga 1 dan Liga 2 sebagai bukti perlindungan kepada mereka.
Foto: Dok Republika
Ketua Umum PSSI Erick Thohir (tengah) bersama Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Anggoro Eko Cahyo (kanan) memberikan keterangan pers saat launching gerakan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan kepada ekosistem sepak bola Indonesia di Jakarta, Kamis (13/4/2023). Dalam kesempatan tersebut juga diserahkan kartu peserta BPJS Ketenagakerjaan kepada 353 wasit serta asisten wasit Liga 1 dan Liga 2 sebagai bukti perlindungan kepada mereka.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Koordinator Save Our Soccer (SOS) Akmal Marhali memuji dan mendukung penuh terobosan yang dilakukan oleh Ketua Umum PSSI Erick Thohir yang akan menindak tegas klub berupa pengurangan poin saat ada kerusuhan suporter. 

Menurut Akmal, PSSI telah merespon dengan baik aspirasi dari masyarakat setelah beberapa pertandingan terakhir Liga 1 musim 2022/2023 dinodai dengan aksi kurang terpuji dari para penggemar klub, mulai dari kerusuhan hingga menyalakan suar di dalam stadion saat pertandingan. 

Baca Juga

“Terobosan yang bagus ya, gagasan-gagasan itu pernah kita sampaikan juga kepada pengurus-pengurusnya, tentunya itu tadi di respon,” kata Akmal Marhali kepada wartawan, Kamis (20/4/2023).

Dikatakan Akmal, Erick Thohir telah mengambil ide-ide tersebut untuk kemajuan sepak bola Indonesia, dan gagasan-gagasan tersebut perlu mendapat dukungan penuh dari semua pihak, baik itu suporter maupun klub. 

“Sekarang Pak Erick mengambil ide ini untuk kemudian dijadikan menjadi salah satu legacy yang dia ingin terapkan di sepak bola Indonesia saat menjadi ketua umum PSSI. Saya pikir ini gagasan yang bagus dan perlu didukung,” ujarnya.

Lanjut Akmal, masyarakat pecinta sepak bola tanah air menaruh harapan besar kepada Erick Thohir agar mampu melakukan eksekusi gagasan besarnya tersebut. Sebab, ia mengaku banyak gagasan bagus tapi sulit untuk dieksekusi oleh para pendahulunya. 

“Permasalahannya adalah di Indonesia itu kadang gagasan doang eksekusinya lemah. Nah sekarang yang kita harapkan bahwa gagasan yang dibawa Pak Erick ini kita dukung bersama, tentunya didukung untuk dieksekusi, dilaksanakan,” harapnya.

Oleh sebab itu, gagasan yang sudah disampaikan Erick Thohir soal pengurangan poin, degradasi hingga larangan bertanding selama-lamanya perlu dimasukkan ke dalam regulasi agar bisa dijadikan rujukan saat terjadi pelanggaran-pelanggaran tersebut. 

“Pertama, harus dimasukkan ke dalam regulasi. Kedua, dimasukkan juga ke dalam kode disiplin PSSI, sehingga bisa dijadikan benar-benar rujukan hukum, bukan cuma sekedar retorika begitu kan," ujar Akmal

"Kalau apa yang disampaikan kemarin semua bagus, gagasan-gagasan yang bisa setidaknya untuk membuktikan bahwa akan ada perubahan di sepak bola kita, tinggal bagaimana dieksekusi saja nanti ke depan,” tambahnya

Lanjut Akmal, agar gagasan-gagasan Erick Thohir ini berjalan baik dan sukses ke depan, perlu ada langkah-langkah konkret lainnya seperti memberikan edukasi intens kepada para suporter sepak bola Indonesia. 

“Karakter suporter kita ini terdiri dari suku-suku dan bangsa-bangsa, bahkan kemudian ada kerajaan-kerajaan misalkan, sehingga karakternya itu karakter yang kedaerahannya. Ini sangat luar biasa, yang paling penting ke depan adalah bagaimana suporter juga di edukasi,” ungkapnya.

Akmal juga mengingatkan tugas besar klub untuk memberikan perhatian dan pembinaan secara penuh kepada suporter dan setiap klub memiliki tanggung jawab untuk memberikan edukasi yang baik kepada para suporternya. 

“Seperti halnya yang tertera dalam undang-undang nomor 11 tahun 2022 undang-undang keolahragaan itu kan. Jadi suporter ini harus diedukasi, kemudian harus diberikan ketegasan kepada mereka ini loh ke depan tidak cuman sekedar diberitakan, tetapi kemudian diajak berbicara kalau kemudian ada kerusuhan dan sebagainya potensi-potensi hukuman yang akan diberikan. Terus kita bangun sepak bola kita ke peradaban baru seperti itu,” jelasnya lagi. 

Terkait dengan wasit-wasit nakal yang masih tetap memimpin pertandingan, Akmal meyakini Erick Thohir memamtau pergerakan mereka dan jaringan-jaringan mafia yang selalu melakukan match fixing, hingga sangat gampang untuk memutus rantai mafia bola di Indonesia.

“Pak Erick saya yakin tahu jalur mana yang harus dipotong kalau bisa misalnya direktur wasitnya orang luar negeri saja biar nggak bisa diatur," ujarnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement