Jumat 28 Apr 2023 21:31 WIB

Kapolri dan Kejagung Dukung Pembenahan Tata Kelola PSSI

PSSI akan membentuk satgas anti pengaturan skor dan transparansi keuangan.

 Kiri-Kanan) Pelatih Timnas U-20 Sin Tae-Yong, Wakil Ketua Umum PSSI Zainudin Amali, Kapolri Listyo Sigit Prabowo, Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum  PSSI Erick Thohir.
Foto: EPA-EFE/BAGUS INDAHONO
Kiri-Kanan) Pelatih Timnas U-20 Sin Tae-Yong, Wakil Ketua Umum PSSI Zainudin Amali, Kapolri Listyo Sigit Prabowo, Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum PSSI Erick Thohir.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum (Ketum) Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Erick Thohir melakukan gebrakan besar dalam membenahi tata kelola sepakbola nasional. Erick mendapat dukungan penuh dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk membentuk dua Satuan Tugas (Satgas), yakni Satgas Anti Pengaturan Skor dan Satgas Transparansi Buku PSSI.

"Hari ini Alhamdulillah saya diterima presiden, kita banyak diskusi soal sepakbola nasional. Saya bertukar pikiran dan melaporkan beberapa hal yang sesuai dengan komitmen awal untuk menciptakan sepakbola yang bersih dan berprestasi," ujar Erick Thohir dalam jumpa pers yang digelar di Kantor PSSI, Jakarta, Jumat (28/4/2023).

Baca Juga

Jokowi, ucap Erick, mendukung penuh pembentukan Satgas Anti Pengaturan Skor dan Satgas Transparansi Buku PSSI. Bahkan, lanjut Erick, Jokowi juga menugaskan Kepolisian Republika Indonesia (Polri) dan Kejaksaan Agung (Kejagung) untuk membantu proses transformasi sepakbola Indonesia.  

"Bapak Presiden meminta saya berkoordinasi langsung dengan Kapolri dan Jaksa Agung untuk mengawal ini," ucap Erick.

Erick menyampaikan, kerja sama ini merupakan bagian dari kolaborasi antara pemangku kepentingan olahraga, PSSI dan juga pemerintah agar memiliki kesamaan langkah yang berkesinambungan dalam mengurai benang kusut sepakbola Indonesia. Erick mengatakan pembentukan dua satgas merupakan langkah konkret dalam membangun kepercayaan pecinta sepakbola terhadap PSSI.

"Kalau sekarang apapun yang akan dibangun PSSI persepsinya tetap tak percaya, media tidak percaya. Itu kan sulit kita bangun yang namanya kepercayaan karena persepsi yang sudah terbentuk, PSSI itu kotor, korup. Kita buktikan dengan satgas ini yang independen dan didukung penuh pemerintah," kata Erick. 

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mendukung penuh kebijakan Erick.

"Tentu kami dari Kepolisian Republik Indonesia sangat mendukung apa yang menjadi program Ketum PSSI yang baru. Khususnya dalam upaya menyelenggarakan sepak bola yang lebih fair dan mampu memberantas match Fixing," kata Kapolri saat konferensi pers  dalam Upaya Penegakan Hukum pada Pengaturan Skor di Sepak Bola Tanah Air di Media Center Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Senayan, Jakarta, Ahad (19/2/2023).

Kapolri menyampaikan dukungan penuh kepada PSSI dalam mengawal setiap kebijakan guna mewujudkan sepakbola yang adil sehingga dapat menghasilkan atlet-atlet yang mampu bersaing di kancah internasional.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement