Jumat 12 May 2023 10:12 WIB

KOI Apresiasi Pembinaan Balap Sepeda Setelah Lampaui Target Medali

tim balap sepeda Indonesia telah mengoleksi lima emas, satu perak, dan satu perunggu.

Ketua National Olympic Committee (NOC) Indonesia, Raja Sapta Oktohari
Foto: dok. NOC Indonesia
Ketua National Olympic Committee (NOC) Indonesia, Raja Sapta Oktohari

REPUBLIKA.CO.ID, SIEM REAP -- Komite Olimpiade Indonesia (KOI) atau NOC Indonesia mengapresiasi pencapaian tim balap sepeda Merah Putih, yang dipastikan menjadi peraih medali terbanyak di SEA Games XXXII/2023 Kamboja. Secara keseluruhan, tim balap sepeda Indonesia telah mengoleksi lima emas, satu perak, dan satu perunggu. 

Hasil tersebut melampaui target sekaligus membuat Aiman Cahyadi dan kawan-kawan dipastikan tak tergeser dari puncak klasemen medali balap sepeda yang melombakan sembilan nomor. Masih ada dua nomor tersisa, yakni men's mass start dan women's mass start yang bergulir di Siem Reap pada Jumat (12/5/2023) dan Sabtu (13/5/2023).

Baca Juga

Ketua Umum KOI sekaligus Wakil Ketua Umum Senior Konfederasi Balap Sepeda Indonesia (ACC), Raja Sapta Oktohari, bangga atas pencapaian prestasi balap sepeda Indonesia. Dia juga mengapresiasi pembinaan yang telah dilakukan Pengurus Besar Ikatan Sports Sepeda Indonesia (PB ISSI) yang dipimpin Kapolri Listyo Sigit.

"SEA Games ini multievent solidaritas, tapi penting karena kita bisa melihat perkembangan balap sepeda di Asia Tenggara, terlepas dari hasil yang diraih. Terpenting adalah meningkatkan prestasi balap sepeda di ASEAN. Saya selain sebagai Ketua NOC sekaligus Vice President of ACC, tentu berharap lebih banyak lagi atlet-atlet ASEAN yang tampil di kancah dunia," kata Okto.

Lima emas yang diraih balap sepeda Indonesia masing-masing melalui Feri Yudoyono (XCO Putra), Sayu Bella Sukma Dewi (XCO Putri), Dara Latifah (XCE Putri), lalu tim XC Relay yang berisikan Sayu, Dara, Zaenal Fanani, dan Feri.

Pada Kamis (11/5/2023), Indonesia juga meraih emas dari disilipin road melalui Terry Yudha Kusuma yang turun pada nomor Criterium Putra.

Okto mengatakan, tak ada yang instan dalam mencetak para juara. "Mencetak prestasi itu butuh proses, terutama di cabang olahraga terukur, seperti balap sepeda, renang, dan atletik. Semua tidak bisa dikerjakan dalam waktu satu malam," ujar Okto.

Untuk itu, lanjut dia, butuh program pembinaan jangka menengah dan panjang agar prestasi tim Indonesia semakin meningkat.

"Jadi kita perlu memikirkan pembinaan dari segala aspek untuk mengantarkan atlet-atlet ini meraih peak performance mereka dan perlu dipikirkan pula regenerasinya," kata Okto.

 

sumber : Antara

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement