Jumat 19 May 2023 19:31 WIB

Gregoria tak Mampu Taklukkan Chen Yu Fei, Harapan Indonesia Raih Piala Sudirman Musnah

Hasil tim Indonesia jauh dari target yang ditetapkan yakni meraih juara pada 2023.

Rep: Fitriyanto/ Red: Endro Yuwanto
Pebulu tangkis tunggal putri Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung.
Foto: EPA-EFE/SERGIO PEREZ
Pebulu tangkis tunggal putri Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pupus sudah harapan Indonesia untuk membawa pulang Piala Sudirman yang terakhir kali diraih pada perhelatan pertama tahun 1987 di Jakarta. Kekalahan tunggal putri Gregoria Mariska Tunjung di partai ketiga vs Cina membuat Indonesia terhenti di babak perempat final Piala Sudirman 2023.

Dalam laga yang berlangsung Jumat (19/5/2023) di Indoor Arena Suzhou Olympic Sport Cina, Gregoria yang berhadapan dengan tunggal tuan rumah Chen Yu Fei kalah dua gim langsung dengan skor 20-22 dan 12-21.

Baca Juga

Bertanding di partai yang menentukan setelah Indonesia tertinggal 0-2, Gregoria mampu mengeluarkan permainan terbaiknya di gim satu. Laga ketat sejak awal terjadi skor kerap imbang 1-1, 2-2, 4-4, 5-5, 7-5, 9-9, 10-10, sebuah net silang yang gagal dari Gregoria menuju interval 10-11.

Selepas jeda perlawanan masih diberikan pemain asal Wonogiri ini, meski sempat kehilangan dua poin awal. Gregoria menyamakan 13-13, 14-14, 15-15. Sempat tertinggal 16-19, Gregoria membalikkan 20-19. Sayang tiga kesalahan beruntun membuat lawan menang 20-22 di gim satu.

Gim kedua Gregoria hanya mampu memberi perlawanan hingga pertengahan gim saja yakni 5-3, 8-10, dan 9-11. Kemudian semakin tertinggal 11-14, 12-14, akhirnya tumbang 12-21.

Dua partai sebelumnya, ganda campuran Rinov/Gloria kalah 21-13, 21-23, dan 11-21 dari pasangan nomor satu dunia Zheng Si Wei/Huang Ya Qiong dengan skor 21-13, 21-23, dan 11-21. Tunggal putra Anthony Sinisuka Ginting harus mengakui keunggulan Shi Yu Qi, 20-22, 14-21.

Hasil ini jauh dari target yang ditetapkan yakni membawa pulang Piala Sudirman yang pertama kali digelar di Jakarta tahun 1987 silam. Kala itu Indonesia juara, namun hingga kini belum berhasil membawa kembali trofi yang diambil namanya dari tokoh bulu tangkis Indonesia tersebut.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement