Selasa 23 May 2023 07:55 WIB

Allegri: Pengurangan 10 Poin Sebelum Laga Pengaruhi Mental Pemain Juventus

Sanksi itu datang 10 menit sebelum para penggawa Juventus pergi bermain.

Rep: Fitriyanto/ Red: Endro Yuwanto
Pelatih Juventus, Massimiliano Allegri.
Foto: EPA-EFE/MICHELE MARAVIGLIA
Pelatih Juventus, Massimiliano Allegri.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pelatih Juventus, Massimiliano Allegri, sangat marah karena timnya diputuskan mendapat sanksi pengurangan 10 poin di Serie A Liga Italia, hanya beberapa menit sebelum laga vs Empoli, Senin (22/5/2023). Juve akhirnya kalah 1-4 pada laga tersebut.

Juventus mengalami beberapa hari yang buruk, yang tersingkir dari babak semifinal Liga Europa dari Sevilla melalui babak perpanjangan waktu pekan lalu, kemudian hanya beberapa menit sebelum memasuki lapangan di Stadio Castellani, Juve dipastikan telah kehilangan 10 poin di Serie A.

Baca Juga

Hal tersebut tak pelak mempengaruhi mentalitas dan kepercayaan diri penggawa Juve saat dikalahkan Empoli dengan skor 4-1, dengan dua gol dari Francesco Caputo, Sebastiano Luperto, dan Roberto Piccoli.

"Setiap kali kami mendongakkan kepala, mereka mendorong kami kembali ke bawah," kata Allegri kepada DAZN dikutip Football Italia, Selasa (23/5/2023). "Kami tidak boleh mencari alibi atau alasan karena kami adalah Juventus, kami terbiasa menang atau setidaknya berjuang untuk menang. Sekarang ada dua pertandingan lagi yang harus dimainkan, kami harus tetap bersatu."

Menurut Allegri, tentu saja, itu adalah situasi yang aneh bahwa hukuman itu datang dalam 10 menit sebelum timnya pergi bermain. "Hal itu tidak bisa dijadikan alasan untuk meruntuhkan mentalitas. Saat ini, yang bisa kami lakukan adalah tetap tenang dan menerima kekalahan. Sebelum pertandingan, kami telah meraih 69 poin dan berada di urutan kedua dalam klasemen, biarkan itu menjadi jelas," jelas dia.

Dengan kekalahan ini, Juve kini berada di peringkat tujuh dengan 59 poin, terpaut lima poin dari AC Milan di peringkat empat. "Bahkan setelah hukuman 10 poin, dengan kemenangan hari ini kami memiliki kesempatan untuk bertarung dengan Milan untuk kualifikasi Liga Champions. Sayangnya, itu tidak terjadi," cetus Allegri.

Allegri tidak bisa menyalahkan para pemain karena ia paham itu bukanlah situasi yang mudah. Beberapa hari ke depan juga tidak akan mudah karena Juve tersingkir dari Liga Europa, kemudian mendapat kabar pengurangan 1o poin pada 10 menit sebelum kick-off. "Ini bukan pembenaran, tetapi ini tidak diragukan lagi merupakan musim yang anomali bagi kami, dan terlepas dari itu semua, tim meraih 69 poin," tegasnya.

Musim ini Juve tersingkir dari Liga Champions di fase grup, mencapai babak semifinal Liga Europa dan Coppa Italia, namun harus pulang dengan tangan hampa untuk musim kedua secara beruntun. "Aspek psikologis merupakan hal yang fundamental dalam sepak bola. Hanya 15 menit sebelum pertandingan, kami berada di posisi kedua dalam klasemen dan memiliki 69 poin. Ini adalah situasi yang sangat berbeda dengan lima poin dari Milan yang berada di posisi kelima."

Ada spekulasi mengenai masa depan Allegri di klub dan ia ditanya apakah tepat baginya untuk tetap bertahan ketika begitu banyak hal yang sedang terjadi.

"Kami perlu berbicara dengan klub dan melihat di mana kami akan bermain. Saya tidak tahu apakah mereka akan mengizinkan kami bermain di Liga Europa, kami harus menunggu dan melihat," ujar Allegri merujuk pada potensi hukuman UEFA Financial Fair Play (FFP). "Jelas, jika Anda keluar dari semua kompetisi, Anda harus membuat satu rencana. Kami tak bisa mengatakan Juventus akan langsung kembali menjadi juara musim depan, tetapi yang penting adalah untuk menyelaraskan diri saat mengalami kesulitan."

Satu-satunya hal positif dari malam itu adalah melihat Federico Chiesa mencetak gol pertamanya di Serie A dalam waktu lebih dari 500 hari, namun ada juga banyak kesalahan individu. "Juventus selalu bangkit kembali, kami harus tetap berpikiran jernih. Sekarang kami hanya bisa berharap bahwa kami dapat memulai musim depan dengan mengetahui bagaimana situasinya," tegas Allegri.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement