Sabtu 10 Jun 2023 06:25 WIB

Haaland dan Martinez Bisa Jadi Kunci Kemenangan Man City dan Inter di Final Liga Champions

Haaland sudah mencetak 52 gol untuk Man City, Martinez baru juara Piala Dunia.

Penyerang Manchester City Erling Haaland.
Foto: PA-EFE/ADAM VAUGHAN
Penyerang Manchester City Erling Haaland.

REPUBLIKA.CO.ID, ISTANBUL -- Sementara Erling Haaland merasakan beban ekspektasi menjelang final Liga Champions pada Ahad (11/6/2023) dini hari WIB, Lautaro Martinez menargetkan melengkapi gelar ganda yang spektakuler, enam bulan setelah menjuarai Piala Dunia bersama Argentina.

Mereka adalah dua pemain yang dapat membuat perbedaan saat Manchester City menghadapi Inter Milan di Stadion Olimpiade Ataturk, Istanbul, Turki.

Baca Juga

"Tentu saja saya merasakan tekanan," kata Haaland, striker produktif City. "Saya akan berbohong jika saya mengatakan tidak. Anda mengatakannya sendiri dan itu benar. City memenangi Liga Primer tanpa saya, mereka menjuarai setiap trofi tanpa saya. Jadi saya di sini untuk mencoba melakukan hal yang belum pernah dilakukan klub dan saya akan melakukan yang terbaik."

Pengakuan jujur dari Haaland adalah ukuran dari apa yang dipertaruhkan dalam pertandingan terbesar sepak bola antarklub Eropa.

 

Haaland tampak seperti memiliki kekuatan dalam dirinya pada musim pertamanya di City, di mana dia telah mencetak 52 gol, menyabet dua trofi dan sekarang berada di ambang membawa the Citizens meraih gelar Liga Champions pertamanya. Namun, prospek untuk menaklukkan Eropa, telah bermain di pikirannya saat final semakin dekat.

Martinez mungkin tidak seterkenal Haaland, namun ia merupakan salah satu dari sedikit bintang Inter Milan dalam tim yang dihuni oleh sejumlah pemain veteran dan merupakan salah satu finalis.

Klub asal Italia ini berada di final pertamanya sejak memenangkan kompetisi ini pada tahun 2010 di bawah asuhan Jose Mourinho, setelah tidak banyak berprestasi di Liga Champions dalam beberapa tahun terakhir.

Dalam diri Martinez, mereka memiliki seorang pemain yang mengangkat penghargaan terbesar dalam sepak bola saat Argentina memenangi Piala Dunia di Qatar pada Desember.

"Saya pikir ini adalah dua final besar yang bisa dimainkan oleh seorang pemain sepak bola. Satu-satunya hal yang berubah adalah jersey-nya," katanya pada Jumat (9/6/2023). "Anda tahu bahwa Anda telah berhasil mencapai titik akhir berkat semua pekerjaan yang telah Anda lakukan dan betapa kerasnya Anda bekerja sepanjang tahun. Jika Anda ingin benar-benar mencapai tujuan tersebut, langkah terakhir yang harus Anda lakukan adalah siap untuk menjalaninya."

 

sumber : AP
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement