Selasa 20 Jun 2023 07:16 WIB

Asnawi Bikin Garnacho Jatuh-Bangun, Ini Komentar Shin Tae-yong

Garnacho yang frustrasi langsung membalas tekel Asnawi.

Rep: Rahmat Fajar/ Red: Gilang Akbar Prambadi
Momen Garnacho diadang Asnawi Mangkualam saat pertandingan persahabatan Indonesia-Argentina.
Foto: Tangkapan Layar
Momen Garnacho diadang Asnawi Mangkualam saat pertandingan persahabatan Indonesia-Argentina.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penampilan kapten timnas Indonesia, Asnawi Mangkualam, menuai pujian dalam laga FIFA Matchday melawan Argentina di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Senin (19/6/2023). Meski gawang Indonesia kebobolan dua kali, Asnawi tampil apik dalam menjaga pergerakan rising star Manchester United Alejandro Garnacho.

Garnacho yang masuk pada menit ke-60, dibuat tak berkutik oleh Asnawi dengan tekel-tekel bersihnya. Bahkan ada momen menarik jelang laga berakhir di mana Asnawi dan Garnacho saling balas tekel di dekat area pertahanan Indonesia.

Baca Juga

Meski demikian, pelatih Indonesia Shin Tae-yong enggan terlalu membuat Asnawi lupa daratan. Menurut Shin, performa apik Asnawi tak lepas dari sokongan permainan rekan-rekannya. Itu sebabnya, Asnawi mampu menonjol dibandingkan yang lain.

"Jadi para bekerja keras sampai akhir dan maksimal, semua jadi layak dipuji," kata Shin seusai pertandingan.

Pelatih asal Korea Selatan itu mengakui mencoba-coba berapa pemain muda yang rata-rata diturunkan di usia 23 tahun. Meski demikian mereka mempunyai keinginan untuk bekerja keras serta mau menjalankan instruksi pelatih.

Dalam dua hari terakhir, Shin telah menganalisis permainan Argentina. Setelah itu instruksi diberikan kepada pemain. Mereka pun menjalankan dengan baik. Namun ia mengakui masih banyak yang harus diperbaiki.

Mantan pelatih timnas Korea Selatan ini juga menilai Indonesia banyak kehilangan momentum saat build-up. Kekurangan ini dimaklumi karena di timnas hanya memiliki persiapan yang sedikit. Untuk bisa membangun tim dibutuhkan waktu yang lama.

"Harus saya akui soal build up memang kurang, apalagi pressing dari Argentina juga sangat baik dan baca pola permainan mereka juga sangat baik, dan beda kelas kita soal itu. kita ada waktu untuk membenahi organisasi pertahanan dan build up dari belakang akan jadi lebih baik," ujar dia. 

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement