Rabu 21 Jun 2023 14:23 WIB

Ini Penyebab Utama Kekacauan yang Terjadi di Ruang Ganti Timnas Belgia

Courtois dan pelatih timnas Belgia pun saling berbalas argumen di media.

Rep: Rahmat Fajar/ Red: Gilang Akbar Prambadi
Penjaga gawang Belgia Thibaut Courtois (kanan).
Foto: AP Photo/Ebrahim Noroozi
Penjaga gawang Belgia Thibaut Courtois (kanan).

REPUBLIKA.CO.ID, BRUSSELS -- Timnas Belgia dalam situasi kacau setelah penjaga gawang Real Madrid Thibaut Courtois meninggalkan kamp pelatihan usai berselisih dengan kapten tim Romelu Lukaku. Laporan di Belgia menyebutkan Coutois tidak puas karena tidak ditunjuk sebagai kapten saat Belgia imbang 1-1 melawan Austria.

Pelatih Belgia Domenico Tedesco menyerahkan ban kapten kepada penyerang Inter Milan Romelu Lukaku setelah Kevinn de Bruyne mundur dari skuad. Tedesco menjelaskan Courtois akan diberikan ban kapten saat Belgia melawan Estonia.

Baca Juga

“Tidak apa-apa untuk semua orang, tetapi setelah pertandingan, dia tiba-tiba ingin berbicara dengan saya dan mengatakan dia akan pulang karena kecewa dan merasa tersinggung,” ujar Tedesco, dilansir dari Dailystar, Rabu (21/6/2023).

Tedesco mengeklaim sejak awal ingin menunjukkan penghargaan kepada Courtois karena dia adalah penjaga gawang terbaik dunia. Ia menegaskan mencintai mantan kiper Chelsea tersebut. Namun Tedesco memaklumi dia kecewa sebagai sifat manusia.

Courtois kemudian merilis pernyataan sendiri setelah mendengar pernyataan pelatih dalam jumpa pers. Menurut dia, Tedesco memberikan laporan parsial dan subjektif tentang percakapan pribadinya setelah melawan Austria.

“Saya ingin memperjelas bahwa ini bukan pertama kalinya atau terakhir kali saya berbicara dengan pelatih tentang masalah yang berkaitan dengan ruang ganti, tetapi ini adalah pertama kalinya seseorang memutuskan untuk mengumumkannya kepada publik,” katanya.

Ia tak menampik kecewa dengan situasi yang dialaminya namun ia ingin memperjelas bahwa penilaian pelatih tidak sesuai dengan kenyataan. Courtois mengaku tidak menuntut apapun. Ia juga telah berbicara dengan Lukaku untuk memberikan klarifikasi terkait dengan situasi ini.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement