Ahad 27 Aug 2023 10:11 WIB

Protes Wasit Hingga Diganjar Kartu Kuning, Ini Pembelaan Pelatih Timnas Shin Tae-yong

Coach Shin mengeluhkan keputusan wasit yang dinilai berat sebelah.

Rep: Afrizal Rosikhul Ilmi/ Red: Agus raharjo
Pelatih timnas Indonesia Shin Tae Yong. (Ilustrasi)
Foto: Republika/Edwin Dwi Putranto
Pelatih timnas Indonesia Shin Tae Yong. (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, RAYONG -- Pelatih Timnas Indonesia U-23 Shin Tae-yong mengapresiasi perjuangan semua pemain pada laga final Piala AFF U-23 2023 antara Indonesia melawan Vietnam di Rayong Provincial Stadium, Sabtu (26/8/2023) malam WIB. Kedua tim bermain imbang tanpa gol hingga babak perpanjangan waktu.

Kemenangan kemudian ditentukan dengan adu penalti yang berakhir 6-5 untuk kemenangan Vietnam. "Terima kasih kepada seluruh pemain Vietnam dan Indonesia. Dan saya mengucapkan selamat yang sebesar-besarnya kepada tim Vietnam yang memenangkan kompetisi ini. Dan semua usaha pemain selama pertandingan itu usaha yang luar biasa dalam 120 menit," kata Shin Tae-yong usai laga, Sabtu (26/8/2023) malam.

Baca Juga

Namun, ia menyayangkan satu hal yang mungkin justru akan menghambat kemajuan sepak bola Asia Tenggara. Hal itu adalah kesalahan pengambilan keputusan oleh wasit.

Pelatih asal Korea Selatan itu memang beberapa kali tampak marah-marah kepada wasit yang salah mengambil keputusan. Ia bahkan diganjar kartu kuning karena dianggap melakukan protes terlalu keras.

"Beberapa situasi ini tidak membantu para pemain. Pemain mungkin sudah berusaha keras, tetapi penilaiannya salah, mungkin keputusan yang salah tidak baik dan juga menghambat perkembangan pemain," ujarnya.

Apa pun hasilnya, tim Garuda Muda telah berjuang secara maksimal dengan segala keterbatasan yang ada. Ia juga mengucapkan selamat kepada Vietnam yang berhak membawa pulang trofi turnamen tersebut. Meskipun ia tetap mengeluhkan tentang keputusan wasit yang berat sebelah.

"Sekali lagi selamat atas Kemenangan Vietnam. Dan berkali-kali, kita mungkin peduli dengan kesalahan sekali saja, tapi jika Vietnam melakukan kesalahan dua kali, itu tidak adil. Jadi saya hanya ingin semua orang memikirkan tinjauan pertandingan hari ini apakah wasit mengambil keputusan yang tepat atau tidak. Saya sangat malu tentang hal itu," ujarnya.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement