Jumat 08 Sep 2023 16:39 WIB

Eks Bek Terbaik Italia Akui Klub Ini Ramah Pemain Muslim dan Kulit Hitam

Bermain di tanah muslim membuatnya tenang.

Rep: Anggoro Pramudya/ Red: Gilang Akbar Prambadi
Bek Al-Nassr Kalidou Koulibaly.
Foto: AP Photo/Samah Zidan
Bek Al-Nassr Kalidou Koulibaly.

REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH -- Meski sudah tidak lagi merumput di sepak bola kasta tertinggi Eropa. Kalidou Koulibaly berbagi kisah keberagaman yang mengharukan saat berada di klub selatan Italia. Ia mengaku terkejut dengan kehangatan tifosi dan penduduk lokal.

"Saat saya tiba di Napoli, saya berkulit hitam tapi juga Muslim dan mereka menerimanya. Mereka memberi kami makanan halal," kata Koulibaly menjelaskan kepada BeIn Sport dikutip Sportsbrief, Jumat (8/9/2023).

Pesepak bola asal Senegal itu memang terlahir sebagai seorang muslim. Ketika ia bermain di Eropa umat muslim jelas merupakan agama minoritas.

Meski begitu, Koulibaly mengungkapkan betapa ramahnya masyrakat Napoli ketika ia pertama kali tiba di klub sebagai orang kulit hitam dan seorang Muslim.

Bagi pesepak bola 32 tahun itu, Napoli memahami betul arti keberagaman dan memperlakukannya sebagai salah satu dari mereka meskipun terdapat sifat rasialisme yang terkenal di Liga Italia.

"Koki akan bangun di pagi hari untuk menyiapkan makanan untuk kami selama Ramadhan. Mereka memahami keberagaman di sana," sambung eks penggawa Chelsea.

Koulibaly kini memperkuat tim Arab Saudi, Al Hilal setelah resmi meninggalkan Chelsea pada musim panas kemarin.

Karier mengilapnya terjadi ketika ia memperkuat i Partenopei, julukan Napoli sejak 2014 hingga 2022 dengan mencatat 236 penampilan dan 13 gol.

Hanya saja pada musim panas 2022 Koulibaly memutuskan berpisah dengan Napoli dan merapat ke tim London Chelsea. Kiprahnya bareng the Blues tak bertahan lama yakni satu musim.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement