Senin 11 Sep 2023 20:08 WIB

Pelatih Minta Apri/Fadia Berusaha Lebih Maksimal demi Poin Olimpiade 2024 Paris

Apri/Fadia masih harus memperbaiki daya tahan fisik dan fokus selama laga.

Aksi Ganda Putri Indonesia Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti melawan  Korea Baek Ha Na/Lee So Hee pada perempat final China Open 2023 di Changzhou Olympic Sports Center Gymnasium, China, Jumat (8/9/2023) Pasangan ganda putri indonesia kalah tiga set pertandingan 15-21, 21-18 dan 10-21  usai bertarung 1 jam 15 menit melawan unggulan kedua itu.
Foto: Dok PBSI
Aksi Ganda Putri Indonesia Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti melawan Korea Baek Ha Na/Lee So Hee pada perempat final China Open 2023 di Changzhou Olympic Sports Center Gymnasium, China, Jumat (8/9/2023) Pasangan ganda putri indonesia kalah tiga set pertandingan 15-21, 21-18 dan 10-21 usai bertarung 1 jam 15 menit melawan unggulan kedua itu.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pelatih ganda putri Pelatnas PBSI, Eng Hian, meminta pasangan Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti untuk tetap berusaha maksimal dalam setiap turnamen demi menambah perolehan poin menuju Olimpiade Paris 2024. Pelatih yang akrab disapa Koh Didi itu menyebut hasil Apri/Fadia di turnamen China Open 2023 pada 5-10 September masih membutuhkan sejumlah perbaikan.

"Untuk di periode Race to Olympic, saya memberikan arahan ke Apri/Fadia hanya untuk fokus ke persiapan dan meraih hasil maksimal di setiap turnamen yang diikuti," ujar Eng Hian melalui informasi resmi PP PBSI di Jakarta, Senin (11/9/2023).

Baca Juga

Akan tetapi, Eng Hian juga tetap berpegang pada keputusan tim pelatih dan organisasi untuk aspek pemilihan turnamen mana yang akan diikuti oleh Apri/Fadia sebagai bagian untuk mendulang poin Olimpiade 2024. "Sementara untuk turnamen apa saja yang diikutkan untuk kebutuhan poin menuju Olimpiade itu, biar pelatih dan PBSI yang memikirkannya," jelasnya.

Saat mengikuti turnamen berkategori BWF Super 1000 pekan lalu itu, Apri/Fadia terhenti pada babak perempat final setelah dikalahkan unggulan kedua Baek Ha Na/Lee So Hee dalam pertarungan rubber game.

Meski bisa memberikan perlawanan sengit kepada ganda putri asal Korea Selatan itu, namun Eng Hian tetap memberikan sejumlah evaluasi kepada anak asuhnya. "Evaluasi untuk Apri/Fadia yang masih harus diperbaiki adalah daya tahan fisik dan daya tahan mindset agar dapat meminimalkan melakukan kesalahan-kesalahan sendiri," kata dia menegaskan.

Sebelumnya, Apri/Fadia tetap optimistis bisa tampil maksimal dan lebih baik pada turnamen-turnamen selanjutnya. Konsistensi permainan menjadi fokus agar bisa juara dan lolos kualifikasi Olimpiade Paris tahun depan.

Meski terhenti di perempat final China Open, namun permainan Apri/Fadia terbilang cukup memuaskan karena kembali ke gayanya yang agresif seperti saat baru dipasangkan tahun lalu. "Alhamdulillah tetap bersyukur walau terhenti di babak perempat final karena kami merasa permainan kami lebih enak, lebih nyaman, lebih lepas. Saling percaya satu sama lain. Semangat ini yang mau kami bawa terus di pertandingan-pertandingan ke depan," jelas Apriyani.

sumber : Antara

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement