Jumat 15 Sep 2023 01:59 WIB

Pelatih Jeff Jiang Jie Akui Kehilangan Rivan Nurmulki

Untuk menggantikan peran Rivan di Asian Games, Jeff menyebut nama Agil Angga Anggara.

Pemain voli putra Indonesia Rivan Nurmulki (kiri).
Foto: INASGOC/Dwi Prasetyo
Pemain voli putra Indonesia Rivan Nurmulki (kiri).

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Pelatih tim nasional bola voli putra Jeff Jiang Jie mengatakan, tim asuhannya tidak terpengaruh dengan kisruh seputar Rivan Nurmulki. Namun, ia mengakui tim yang diasuhkan kehilangan satu pemain bagus jelang Asian Games 2022 di Hangzhou, China.

"Memang, kami kehilangan satu pemain yang bagus, tetapi lima pemain lain bisa membantu, dan satu pemain lain yang jadi pengganti Rivan bisa membuat tim bekerja sama dengan baik," kata Jeff setelah mengikuti acara pelepasan timnas bola voli dan voli pantai di Padepokan Voli Kunarto, Bogor, Kamis (14/9/2023).

Baca Juga

Menurut pelatih yang sukses mengantarkan timnas bola voli putra meraih medali emas SEA Games 2021 dan 2023 itu, bola voli merupakan permainan tim sehingga kehilangan seorang pemain tidak akan terlalu berpengaruh. Untuk pemain yang menggantikan peran Rivan, Jeff menyebut nama Agil Angga Anggara.

"Angga juga seorang opposite, dia bisa memberi pengaruh besar di Asian Games ini, meski pada saat laga pertama Kejuaraan Asia kemarin, tampak dia masih sedikit gugup, karena itu adalah momennya pertama kali membela timnas. Namun, seiring berjalannya laga, dia mulai membaik," papar pelatih asal China tersebut.

Jeff menyebut persiapan untuk Asian Games 2022 sedikit berbeda dengan turnamen-turnamen sebelumnya, karena masa persiapan yang lebih singkat. Ia juga menyebut ada sejumlah pemain yang sakit sehingga pelatihan menjelang Asian Games belum diikuti pemain secara lengkap.

"Tapi kami harus tetap berangkat ke China dan di sana, kami punya waktu tiga hari. Semoga selama masa itu, mereka bisa memulihkan diri dan tampil bagus di Asian Games," ujar Jeff.

Di Asian Games, Indonesia berada satu grup dengan Jepang, Filipina, dan Afghanistan. Jeff memberi perhatian khusus kepada satu calon lawan, yakni Jepang.

"Jika kita kalah dari Jepang, lalu finis kedua di grup, ada China yang harus kami lawan. Laga itu juga pasti sulit. Jadi untuk sekarang, kami akan fokus lawan Jepang dulu, baru fokus ke lawan-lawan lain," ucap mantan pelatih Bogor LavAni ini.

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement