Rabu 27 Sep 2023 14:51 WIB

Pep Guardiola Akui Gagal Keluarkan Kemampuan Terbaik dari Pemain Mahal Ini

Guardiola masih berusaha memaksimalkan talenta muda tersebut.

Rep: Afrizal Rosikhul Ilmi/ Red: Gilang Akbar Prambadi
Pemain Manchester City Kalvin Phillips.
Foto: EPA-EFE/PETER POWELL EDITORIAL USE ONLY.
Pemain Manchester City Kalvin Phillips.

REPUBLIKA.CO.ID, MANCHESTER -- Bos Manchester City Pep Guardiola mengakui dia gagal mengeluarkan yang terbaik dari Kalvin Phillips sejak mengontraknya dari Leeds United. Phillips bergabung dengan City dari Elland Road pada musim panas 2022.

Meski dibanderol 45 juta poundsterling atau setara Rp 848 miliar, pemain berusia 27 tahun itu hanya akan menjadi starter untuk kelima kalinya bagi City ketika mereka menghadapi Newcastle di Piala EFL di St James’ Park pada Kamis (28/9/2023) dini hari WIB.

Baca Juga

"Marcelo (Bielsa) memberi Kalvin yang terbaik dari Kalvin dalam kariernya," kata Guardiola dikutip dari BBC Sport International, Rabu (27/9/2023).

Seorang pahlawan di klub kampung halamannya, Phillips menjadi pemain internasional Inggris di bawah asuhan Bielsa ketika Leeds masih di Championship. Dia kemudian menjadi tokoh kunci dalam tim yang finis kesembilan saat mereka kembali ke Liga Primer Inggris dan menjadi starter untuk Inggris saat mereka mencapai final Euro 2020.

"Saya ingin melakukan hal yang sama dengan Kalvin seperti yang telah dilakukan Marcelo padanya. Kami memiliki cara bermain kami sendiri yang spesifik dan (dia) terkadang kesulitan dalam beberapa hal, sedangkan (gaya bermain Leeds) sebelumnya sempurna (untuknya)," ujar Guardiola.

Kurangnya keterlibatan Phillips bahkan lebih mencolok mengingat dua dari empat penampilan sebelumnya terjadi pada akhir musim lalu, setelah City mengamankan gelar Liga Premier ketiga berturut-turut.

Namun dengan sesama gelandang bertahan Rodri diskors tiga pertandingan menyusul kartu merah yang diterimanya karena melakukan kekerasan melawan Nottingham Forest, Phillips akhirnya memiliki peluang untuk memainkan peran penting di bawah arahan Guardiola setelah menolak peluang meninggalkan klub pada musim panas.

"Klub berbicara dengannya karena dia tidak punya banyak menit bermain. Dia berkata 'tidak, saya ingin bertahan. Kami mendatangkan Kalvin ke sini karena kualitasnya. Dia berpikiran terbuka, selalu mau belajar dan mau membantu. Ini yang ingin kami coba lakukan," kata Guardiola. 

 

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement