Rabu 11 Oct 2023 13:03 WIB

Manajer Timnas Basket Apresiasi Rencana Penambahan Pemain Asing dan Heritage di IBL 2024

Jeremy berharap timnas basket putra Indonesia makin kuat.

Rep: Fitriyanto/ Red: Israr Itah
Jeremy Santoso, manajer timnas basket putra Indonesia.
Foto: DOK Perbasi
Jeremy Santoso, manajer timnas basket putra Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- IBL mengumumkan perubahan aturan di kompetisi IBL 2024 dengan menambah jumlah pemain asing serta memberikan kesempatan bagi pemain heritage (berdarah keturunan Indonesia) dan lokal naturalisasi bermain. Keputusan ini mendapatkan sambutan positif dari manajer timnas basket putra Jeremy Imanuel Santoso.

Dalam keterangan tertulis yang diterima Republika.co.id, Rabu (11/10/2023), Jeremy mengatakan, penambahan pemain asing dan pemain heritage merupakan terobosan yang pantas dilakukan oleh IBL secepatnya.

Baca Juga

"Melihat perkembangan kualitas bola basket baik secara global maupun di Asia, seperti Thailand memiliki 8 pemain heritage dan Vietnam 9 pemain heritage di skuad timnas mereka, ini adalah hasil keterbukaan peraturan liga lokal di masing-masing negara. Secara langsung juga menaikkan kompetisi antarpemain lokal plus kualitas liga tersebut. Jangan sampai Indonesia terlambat dan disusul oleh negara seperti Thailand dan Vietnam," ujarnya.

Dengan mayoritas pemain tim nasional bermain di IBL, lanjut Jeremy, baik atmosfer kompetisi di liga dan tentunya tim nasional pasti akan mengalami peningkatan kualitas. Sebab para pemain bermain sepanjang musim di liga yang kualitasnya lebih baik dan terpacu untuk mengasah kemampuan individu masing masing karena persaingan kompetisi nasionalnya semakin tinggi .

Dalam 10 tahun ke depan, Indonesia perlu menuju kualitas liga setara dengan PBA, CBA, KBL dan B-league dan masih banyak lagi yang dapat dijadikan referensi. Menurut Jeremy, hal itu sangat mungkin dengan fondasi yang kuat dan penerapan aturan yang mendorong kemajuan kualitas pemain dan liga itu sendiri. 

"Dengan membuka kesempatan luas kepada potensi pemain, salah satunya juga menjadi wadah Diaspora dan para pemain heritage untuk "pulang kampung” mengadu nasib dan mengukir prestasi di tanah nenek moyangnya, tidak menutup kemungkinan menjadi jalur bagi mereka membela tim nasional Indonesia ke depan," ujarnya. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement