Kamis 19 Oct 2023 16:29 WIB

Liga Primer Inggris Dorong Larangan Bendera Israel dan Palestina di Stadion

Liga Primer tak ingin ada gesekan di stadion antara pendukung Israel dan Palestina.

Rep: Afrizal Rosikhul Ilmi/ Red: Israr Itah
Liga Primer Inggris
Foto: Wikipedia
Liga Primer Inggris

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Liga Primer Inggris akan menyarankan klub-klub untuk melarang bendera Israel dan Palestina di dalam stadion. Kompetisi kasta tertinggi sepak bola Inggris akan digelar kembali akhir pekan ini setelah jeda internasional saat serangan Israel ke Palestina masih berlangsung, yang menewaskan ribuan orang.

Pihak Liga Primer dan EFL masih berdiskusi mengenai sikap mereka. Pekan lalu, Liga Primer mengonfirmasi bahwa akan dilakukan hening sejenak sebelum pertandingan putaran akhir pekan ini sebagai bentuk penghormatan. Hal ini terjadi ketika perang di Timur Tengah terus berlanjut, di mana yang terbaru Israel diduga melakukan penyerangan ke RS Al-Ahli di Gaza.

Baca Juga

Keputusan tersebut dibuat setelah Liga Primer berkonsultasi dengan organisasi keselamatan dan kelompok Yahudi. Selama putaran pertandingan internasional baru-baru ini, Inggris menjadi tuan rumah bagi Australia dan Italia, sedangkan Wembley dan FA melarang bendera dan seragam replika yang bukan milik tim yang bertanding pada hari itu.

Liga Primer telah mengeluarkan panduan serupa kepada klub-klub di masa lalu ketika menyangkut negara-negara yang sedang berkonflik, yang mereka harap akan meredakan ketegangan di antara para penggemar. Tottenham sudah memiliki kebijakan serupa mengenai bendera dari negara-negara yang berkonflik atau yang dapat dianggap menghasut.

Penerapan kebijakan Liga Primer akan bergantung pada masing-masing klub dan tim keamanannya. Mohamed Salah adalah salah satu tokoh paling terkenal yang berbicara tentang perang tersebut saat tim Liverpoolnya bersiap untuk derby Merseyside pada Sabtu (21/10/2023). Ia mendorong para pemimpin dunia untuk menghentikan peperangan di Gaza.

"Rakyat Gaza sangat membutuhkan makanan, air dan pasokan medis. Semua kehidupan adalah suci dan harus dilindungi. Pembantaian harus dihentikan. Keluarga-keluarga sedang tercerai-berai. Saya menyerukan kepada para pemimpin dunia bersatu untuk mencegah pembantaian lebih lanjut terhadap jiwa-jiwa yang tidak bersalah. Kemanusiaan harus menang," kata Salah dikutip dari Mirror, Kamis (19/10/2023).

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement