Jumat 20 Oct 2023 05:07 WIB

Mo Salah Desak Para Pemimpin Dunia Ambil Aksi Konkret Akhiri Krisis Kemanusiaan di Gaza

Mo Salah sudah memberi bantuan pada warga Palestina di Gaza lewat Palang Merah Mesir.

Rep: Reja Irfa Widodo/ Red: Endro Yuwanto
Bintang Liverpool asal Mesir, Mohamed Salah.
Foto: AP Photo/Rui Vieira
Bintang Liverpool asal Mesir, Mohamed Salah.

REPUBLIKA.CO.ID, LIVERPOOL -- Mohamed Salah mengunggah sebuah video di akun media sosial, X, miliknya. Dalam video tersebut, penyerang sayap Liverpool itu mengirimkan pesan terkait bantuan kemanusiaan di Jalur Gaza dan desakan untuk menghentikan segala tindak kekerasan serta pembantaian di wilayah Palestina tersebut.

Pemain bintang asal Mesir itu terlihat begitu sedih dan menahan air mata dalam unggahan video tersebut. Dalam pesannya, Salah secara khusus menyoroti dampak kemanusiaan yang ditimbulkan akibat konflik militer teranyar antara kelompok pejuang Palestina, Hamas, dengan Israel.

Baca Juga

Konflik militer yang berawal dari serbuan Hamas ke perbatasan Israel di Jalur Gaza, Sabtu (7/10/2023) waktu setempat, terus berlangsung hingga saat ini. Serangan Hamas itu kemudian dibalas dengan berbagai serangan udara oleh Tentara Israel di wilayah Jalur Gaza.

Tidak hanya itu, Pemerintah Israel juga memblokade pasokan air, listrik, dan bahan bakar ke Jalur Gaza. Pun dengan upaya Pemerintah Israel menghentikan bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza. Hingga kini, lebih dari 3.500 warga sipil, termasuk lebih dari 2500 warga Palestina, dilaporkan meninggal dunia.

''Tidak mudah untuk berbicara dalam kondisi seperti ini. Ada begitu banyak kekerasan dan brutalitas. Eskalasi yang terjadi dalam beberapa hari terakhir benar-benar sulit untuk disaksikan. Semua bentuk kehidupan adalah suci dan harus dilindungi. Ini semua harus dihentikan. Berbagai keluarga sudah tercerai berai,'' kata Salah dalam video tersebut seperti dikutip Talk Sports, Kamis (19/10/2023).

Pemain berusia 31 tahun itu sepertinya sudah tidak bisa lagi menahan diri untuk tidak berkomentar terkait krisis yang terjadi di Jalur Gaza tersebut. Terlebih, saat sebuah roket menghancurkan rumah sakit Al-Ahli Baptist di Gaza, awal pekan ini.

Roket itu diyakini berasal dari serangan udara tentara Israel (IDF). Namun, IDF menampik tudingan tersebut dan menyebut serangan roket tersebut berasal dari Hamas yang tengah melakukan kesalahan dalam menembak roket miliknya. Kendati begitu, berbagai bukti digital menunjukkan serangan tersebut dilakukan oleh IDF.

Salah pun berharap, pihak-pihak terkait bisa segera mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza. Warga Palestina di Jalur Gaza, ujar Salah, tidak hanya membutuhkan makanan dan air, tapi juga membutuhkan pasokan obat-obatan. Semua bantuan kemanusiaan itu diharapkan sudah bisa dipasok dalam waktu dekat.

Selain itu, pesepak bola asal Mesir itu juga mendesak para pemimpin dunia untuk mengambil langkah konkret untuk menghentikan berbagai kekejaman di Jalur Gaza yang berpangkal pada konflik militer Hamas dengan Israel. Kemanusiaan, ujar Salah, menjadi aspek terpenting melebihi apapun.

''Apa yang terjadi di rumah sakit, beberapa waktu lalu, benar-benar mengerikan. Rakyat Gaza membutuhkan pasokan makanan, air, dan obat-obatan sesegera mungkin. Saya mendesak para pemimpin dunia untuk bisa mencegah lebih lanjut pembantaian orang-orang tak berdosa. Kemanusiaan harus di atas segalanya,'' jelas Salah.

Salah sudah merogoh kocek dari kantong pribadinya untuk memberikan bantuan kepada warga Palestina di Gaza. Bantuan itu disalurkan Salah lewat Palang Merah Mesir. ''Kami telah menerima donasi dari dia (Salah) lewat agennya. Bantuan ini penting untuk memenuhi kebutuhan esensial warga Gaza, baik itu kebutuhan medis ataupun nutrisi,'' kata Direktur Eksekutif Palang Merah Mesir, Rami Al-Nazir, seperti dilansir Talk Sport.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement