Jumat 01 Dec 2023 17:41 WIB

Jerman Siap Tumbangkan Prancis demi Ukir Sejarah Baru di Piala Dunia U-17

Pemain andalan Timnas Jerman U-17, Noah Darvich, memastikan bahwa timnya tak sabar.

Rep: Afrizal Rosikhul Ilmi/ Red: Gilang Akbar Prambadi
Pelatih Timnas U17 Jerman, Christian Wueck memberikan selamat kepada pemain usai menang adu pinalti dengan Timnas U17 Argentina pada pertandingan Semifinal Piala Dunia U17 2023 di Stadion Manahan, Surakarta, Jawa Tengah, Selasa  (28/11/2023). Jerman bersusah payah mengalahkan Argentina melalui babak adu pinalti 4-2, usai bermain imbang 3-3. Jerman memastikan melaju ke babak final yang diadakan pada Sabtu (3/12/2023) mendatang.
Foto: Republika/Wihdan Hidayat
Pelatih Timnas U17 Jerman, Christian Wueck memberikan selamat kepada pemain usai menang adu pinalti dengan Timnas U17 Argentina pada pertandingan Semifinal Piala Dunia U17 2023 di Stadion Manahan, Surakarta, Jawa Tengah, Selasa (28/11/2023). Jerman bersusah payah mengalahkan Argentina melalui babak adu pinalti 4-2, usai bermain imbang 3-3. Jerman memastikan melaju ke babak final yang diadakan pada Sabtu (3/12/2023) mendatang.

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO -- Pelatih Timnas Jerman U-17, Christian Wueck, sangat antusias menjelang partai final Piala Dunia U-17 2023 melawan Timnas Prancis U-17. Laga ini akan berlangsung di Stadion Manahan, Solo, Sabtu (2/12/2023) pukul 19.00 WIB.

Christian Wueck menyebut partai final Piala Dunia U-17 2023 ini memang memiliki keunikannya tersendiri. Selain karena kedua tim sama-sama berasal dari Eropa, Jerman dan Prancis sebelumnya juga berjumpa pada final Piala Eropa U-17 2023 yang berlangsung pada Juni 2023 di Hungaria.

Baca Juga

"Ini menjadi pengalaman yang sangat menarik bagi kami. Sebab, kami bisa bermain kembali melawan Prancis setelah menghadapi mereka dalam beberapa bulan sebelumnya. Selain itu, akan ada dua tim asal Eropa yang hadir di partai final Piala Dunia U-17 2023 di Indonesia. Hal ini memang tak diduga sebelumnya. Ini menjadi permainan tingkat tinggi di turnamen ini," kata Christian Wueck dalam sesi konferensi pers jelang pertandingan, Jumat (1/12/2023).

Juru taktik berusia 50 tahun itu menyadari pertemuan kali ini bakal berlangsung lebih ketat. Apalagi, Prancis bakal memiliki semangat untuk membalas kekalahannya pada partai final Piala Eropa U-17 2023.

Selain itu, Christian juga menegaskan kesiapan timnya untuk meraih gelar pertamanya demi mengukir sejarah di kejuaraan ini. Jika mampu mewujudkannya, Die Mannscahft akan jadi negara Eropa pertama yang mampu mengawinkan gelar Piala Eropa U-17 dan Piala Dunia U-17. 

"Kami sudah berhasil mencapai tahap terakhir di turnamen ini. Oleh karena itu, kami ingin memenangkan kejuaraan ini. Hal yang sama pasti juga diinginkan Prancis pada laga final ini. Kami berdua sudah pernah berjumpa di final, dan kini kembali berjumpa laga di final," ujarnya.

Ia menegaskan, takkan mengendurkan permainan anak asuhnya melawan Prancis. “Tentu saja kami ingin memenangkan turnamen ini agar bisa tercatat dalam sejarah. Itu yang bakal menjadi ambisi kami. Kami tahu kami bisa melakukannya. Sekarang kami harus menantikan apa saja yang akan terjadi," kata dia menambahkan.

Sementara itu, pemain andalan Timnas Jerman U-17, Noah Darvich, memastikan bahwa timnya sudah tak sabar untuk segera menghadapi Prancis di partai final. Tak ada tekanan yang dihadapi Die Mannschaft. Mereka mencoba rileks untuk menatap partai krusial ini.

“Saya sangat gembira karena kami bisa hadir di sini. Kami sangat menantikan pertandingan final besok. Saya bisa memastikan bahwa para pemain sangat senang semua dan sudah tidak sabar untuk menghadapi laga besok,” kata Noah Darvich.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement