Ahad 03 Dec 2023 05:46 WIB

Indonesia Petik Pelajaran Berharga Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-17 2023 

Ada banyak pelajaran dari Piala Dunia U-17.

Rep: C02/ Red: Muhammad Hafil
Peyesalan bek Timnas U17 Perancis, Meupiyou usai gagal mengeksekusi pinalti ke gawang Timnas U17 Perancis saat pertandingan Final Piala Dunia U17 2023 di Stadion Manahan, Surakarta, Jawa Tengah, Sabtu (2/12/2023). Jerman berhasil memenangkan Piala Dunia U17 untuk pertama kalinya usai mengalahkan Perancis melalui adu pinalti 4-3 (2-2). Jerman pada babak kedua bermain dengan 10 pemain usai Osawe mendapat kartu merah pada menit ke 69.
Foto: Republika/Wihdan Hidayat
Peyesalan bek Timnas U17 Perancis, Meupiyou usai gagal mengeksekusi pinalti ke gawang Timnas U17 Perancis saat pertandingan Final Piala Dunia U17 2023 di Stadion Manahan, Surakarta, Jawa Tengah, Sabtu (2/12/2023). Jerman berhasil memenangkan Piala Dunia U17 untuk pertama kalinya usai mengalahkan Perancis melalui adu pinalti 4-3 (2-2). Jerman pada babak kedua bermain dengan 10 pemain usai Osawe mendapat kartu merah pada menit ke 69.

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO – Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Budi Arie Setiadi, merasa puas dengan penyelenggaraan Piala Dunia U-17 2023 di Indonesia. Ada banyak pelajaran berharga yang bisa dipetik Indonesia dari kejuaraan level dunia ini.

Budi Arie menyebut, pengalaman menghelat Piala Dunia U-17 2023 bisa menjadi modal berharga untuk menggelar hajatan-hajatan level serupa di masa depan, termasuk salah satunya menjadi tuan rumah Piala Dunia level senior.

Baca Juga

“Piala Dunia U-17 2023 ini menjadi pelajaran bahwa kita sebagai negara mampu menyelenggarakan event kelas dunia,” kata Budi Arie dalam sesi kon ferensi pers di Pusat Informasi Piala Dunia U-17 2023 di Hotel Solia ZIgna Kampung Batik, Solo, Sabtu (2/12/2023).

Kejuaraan level dunia seperti ini pasti mengangkat nama kita karena sudah pernah menjadi tuan rumah perhelatan Piala Dunia, walaupun levelnya masih U-17. Bukan tidak mungkin suatu saat kita akan menjadi tuan rumah Piala Dunia yang senior,” imbuhnya.

Selain pengalaman menjadi tuan rumah yang dianggap sukses, Budi juga menyebut bahwa kejuaraan ini harus dimanfaatkan sebagai momentum untuk memajukan dunia kulit bundar di tanah air. 

“Kita memang harus belajar dari kejuaraan ini. Memang masih banyak kendala dan tantangan, tapi kita harus optimistis bahwa suatu saat prestasi sepak bola kita akan meningkat dan juga kesiapan kita sebagai tuan rumah juga sudah diuji. Kita melakukannya dengan baik,” katanya.

Lelaki berusia 54 tahun ini juga berpesan kepada publik agar menghentikan tindakan perundungan yang menyasar para pemain Timnas Indonesia U-17 setelah gagal melaju ke fase gugur Piala Dunia U-17 2023.

“Sayang sekali Timnas Indonesia U-17 gagal lolos dari fase grup. Namun, semangat yang sudah diperlihatkan para pemain memang luar biasa. Saya minta tolong, para pemain kita jangan terus-terusan di-bully,” ujarnya.

“Saya mengimbau juga kepada para netizen. Ini kan para pemain muda, kalau dirundung di media sosial nanti mentalnya jatuh. Apalagi mereka masih sangat muda, kariernya masih sangat panjang untuk bisa membela bangsa dan negara di event-event yang akan datang,” tambahnya.

Budi juga merasa puas dengan jumlah kehadiran penonton di Piala Dunia U-17 2023. Menurutnya, selama kejuaraan ini berlangsung, Indonesia telah mampu memenuhi average attendance yang diberikan oleh FIFA.

“Kita lihat saja nanti di partai Final, saya optimistis bahwa masyarakat kita masih ingin menonton final antara dua tim yang betul-betul jagoan, Jerman dan Prancis. Jangan berkecil hati soal penonton, karena kita sudah melampaui target FIFA,” katanya mengakhiri.

 

 

 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement