Kamis 04 Jan 2024 08:55 WIB

Miris, Bek Klub Prancis Dijatuhi Hukuman Percobaan 8 Bulan karena Unggahan Bela Palestina

Youcef Atal dianggap memicu kebencian terhadap Yahudi.

Rep: Fitriyanto/ Red: Israr Itah
Youcef Atal (kanan).
Foto: EPA-EFE/SEBASTIEN NOGIER
Youcef Atal (kanan).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bek Aljazair dan tim Nice, Youcef Atal, dijatuhi hukuman percobaan selama delapan bulan oleh pengadilan Prancis. Ia dituding menghasut kebencian agama dalam sebuah unggahan di media sosial tentang agresi Israel ke Gaza, Palestina.

Pengadilan kriminal Nice memutuskan bahwa Atal juga harus membayar denda 45.000 euro atau sekira Rp 765 juta karena mengunggah video yang disebut antisemit di akun Instagram-nya. Pemain berusia 27 tahun ini diskors "sampai pemberitahuan lebih lanjut" oleh klubnya, Nice. Saat ini, dia bergabung dengan Aljazair untuk turnamen Piala Afrika.

Baca Juga

Atal juga akan membayar perihal rincian hukumannya yang akan dipublikasikan di harian regional Nice-Matin dan surat kabar nasional Le Monde. Setelah menghapus postingan tersebut dan meminta maaf sehari setelah membuat postingan asli, Atal kembali meminta maaf selama sidang pengadilan dan mengatakan ia tidak menonton video berdurasi 35 detik tersebut dan ingin mengirimkan "pesan perdamaian".

Namun, argumen tersebut tidak meyakinkan para jaksa. "Membagikan video berarti menjadi bagian dari pesan yang ingin disampaikan dan membuatnya terlihat," kata jaksa penuntut Meggi Choutia kepada pengadilan. "Tidak ada pembicaraan tentang perdamaian dalam 35 detik ini."

Atal telah bermain tiga kali untuk Aljazair dan akan tampil di Piala Afrika, yang akan dimulai pada 13 Januari di Pantai Gading. Pemain Nice ini salah satu dari beberapa pemain sepak bola yang menghadapi kritik atau hukuman karena postingan media sosial mereka tentang agresi Israel di Gaza.

Bintang sepak bola Prancis Karim Benzema juga serupa. Ia mengkritik “pengeboman tidak adil yang tidak mempertimbangkan perempuan atau anak-anak” dalam postingan media sosial tentang serangan Israel di Gaza.

AKibat unggahannya, Menteri Dalam Negeri Prancis Gerald Darmanin menuduhnya –tanpa bukti– memiliki hubungan dengan Ikhwanul Muslimin. Seorang senator Prancis juga meminta penghargaan sepak bola sebelumnya untuk Benzema serta kewarganegaraan Prancisnya dicabut.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement