Senin 12 Feb 2024 10:24 WIB

Pelatih Girona Akui Timnya Berada di Level Berbeda dengan Real Madrid

Real Madrid kini telah membuka keunggulan lima poin di puncak klasemen.

Rep: Afrizal Rosikhul Ilmi/ Red: Gilang Akbar Prambadi
Penyerang Real Madrid Rodrygo (kiri) dan Vinicius Jr merayakan gol ke gawang Girona dalam lanjutan La Liga Spanyol, Ahad (11/2/2024) dini hari WIB. Madrid menang 4-0 dalam laga di Santiago Bernabeu.
Foto: EPA-EFE/Kiko Huesca
Penyerang Real Madrid Rodrygo (kiri) dan Vinicius Jr merayakan gol ke gawang Girona dalam lanjutan La Liga Spanyol, Ahad (11/2/2024) dini hari WIB. Madrid menang 4-0 dalam laga di Santiago Bernabeu.

REPUBLIKA.CO.ID, MADRID -- Pelatih kepala Girona Michel Sanchez memberikan penilaian tegas atas kekalahan 0-4 timnya dari Real Madrid pada lanjutan La Liga, Ahad (11/2/2024) dini hari WIB. Tim Catalan mendarat di Madrid untuk mempertahankan diri dalam perburuan gelar tetapi kekalahan di ibu kota Spanyol merupakan pukulan besar.

Real Madrid kini telah membuka keunggulan lima poin di puncak klasemen dan Girona berusaha mengejar ketertinggalan di musim ini. Namun, dengan beberapa pemain kunci yang absen karena skorsing, dan Michel menonton dari tribun, mereka terpesona di Estadio Santiago Bernabeu.

Baca Juga

Kekalahan liga berturut-turut dari Real Madrid adalah satu-satunya pertandingan liga yang membuat Girona terpeleset dalam hal ini dan Michel mengakui bahwa mereka berada pada dua level yang berbeda. "Kami belum berada pada level yang dibutuhkan untuk bermain melawan Real Madrid dan ketika mereka berada pada kondisi maksima, kami tidak berada di sana," kata Michel dalam laporan dari Mundo Deportivo.

"Kami perlu memiliki kerendahan hati dan mengetahui di mana kami berada. Kami datang untuk berkompetisi dan bertarung, berhadapan dengan tim yang hebat. Kami bisa menghentikan mereka dengan bertahan, tapi bukan itu yang saya lakukan, saya bertanggung jawab atas kekalahan ini," ujarnya. 

Girona tidak memiliki komitmen Eropa atau Copa del Rey musim ini dan mereka akan terus berjuang untuk meraih gelar dan tempat kualifikasi Liga Champions untuk pertama kalinya. Berikutnya bagi Michel adalah lawatan ke Athletic Club pada 19 Februari di mana ia menjalani pertandingan terakhir dari larangan touchline-nya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement