Senin 12 Feb 2024 11:19 WIB

Unai Emery Tetap Bangga pada Pemainnya Meski Aston Villa Dikalahkan MU

Di mata Emery, Aston Villa layak mendapatkan hasil lebih baik.

Rep: Fitriyanto/ Red: Israr Itah
Pelatih Aston Villa Unai Emery
Foto: AP Photo/Rui Vieira
Pelatih Aston Villa Unai Emery

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Unai Emery merasa bangga dengan cara para pemain Aston Villa meladeni Manchester United (MU) dalam lanjutan Liga Primer Inggris di Villa Park, Ahad (11/2/2024). Ia mengakui kekalahan Villa 1-2 dari MU merupakan hal yang sulit untuk diterima.

Jarak MU dengan Villa kini telah berkurang menjadi lima poin setelah meraih dua kemenangan atas tim asuhan Emery dalam kurun waktu tujuh pekan. Rasmus Hojlund mencetak gol pembuka pada awal babak pertama, sebelum Douglas Luiz menyamakan kedudukan setelah satu jam pertandingan.

Baca Juga

Namun saat Villa berusaha untuk mengungguli tamunya, Scott McTominay keluar dari bangku cadangan untuk mencetak gol kemenangan bagi MU. Sundulan McTominay dari umpan silang Diogo Dalot merobek gawang Villa. 

Terlepas dari hasil tersebut, Emery mengklaim bahwa para pemainnya telah melakukan apa yang ia inginkan di atas lapangan.

"Kami melakukan semua yang kami rencanakan. Kami mengendalikan permainan, menghindari transisi, dan tidak kebobolan banyak peluang," kata Emery kepada Sky Sports. 

Ia merasa Villa menciptakan banyak peluang, tapi tidak mampu mencetak gol dengan baik. Saya sangat bangga dengan kerja keras para pemain Villa.

"Kami bermain melawan Manchester United yang tangguh, tapi kami tampil lebih konsisten dalam laga-laga di liga. Hasilnya sulit bagi kami dan sulit untuk diterima, tetapi itulah sepak bola. Kami bermain seperti yang kami rencanakan dan kami pantas mendapatkan hasil yang lebih baik," ujarnya.

Ia menilai timnya menciptakan peluang, tapi tak selalu bisa menuntaskannya dengan gol. Seperti melawan MU, Villa gagal dan Emery menerimanya.

"Inilah ide-ide yang kami inginkan. Kami menciptakannya melalui identitas dan gaya kami. Terkadang kami tampil klinis dan terkadang tidak. Kami ingin menguasai jalannya pertandingan dan menghindari transisi. Itulah ide pertama yang kami miliki dan kami lakukan," kata dia.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement