Ahad 18 Feb 2024 17:02 WIB

13 Anggota Parlemen Eropa Minta FIFA dan UEFA Coret Israel dari Kompetisi Internasional

Pelanggaran HAM di Palestina terus dilakukan oleh Israel.

Rep: Fredikus Dominggus/ Red: Muhammad Hafil
Logo Federasi Sepak Bola Israel.
Foto: Dok IFA
Logo Federasi Sepak Bola Israel.

REPUBLIKA.CO.ID,BRUSSELS -- Belasan Anggota Parlemen Eropa (MEP) menulis surat ke FIFA dan UEFA. Mereka meminta FIFA dan UEFA melarang Israel berpartisipasi di sepak bola internasional.

Sebanyak 13 tokoh yang menjadi bagian dari MEP tegas menyerukan hal ini. Beredar sebuah surat resmi menyerukan tekanan terhadap tim nasional Israel (sepak bola), dan tim Israel lainnya agar 'diusir' dari kompetisi Eropa dan Internasional sampai berakhirnya penyerangan di Gaza.

Baca Juga

"Olahraga tidak dapat dijadikan sebagai tontonan bagi mereka yang paling penting dari seluruh masyarakat," salah satu petikan kalimat dalam surat yang dikirim 13 MEP ke FIFA dan UEFA.

Para MEP melihat adanya pelanggaran hak asasi manusia yang terus berlanjut di Palestina. Itu alasan terkuat untuk menekan Israel. Sehingga tak perlu lagi beraktivitas di kompetisi resmi sepak bola apa pun.

Pada saat yang sama, MEP menyinggung nilai-nila yang sering dikampanyekan FIFA. Adanya kesetaraan dan penghormatan HAM melalui sepak bola.

"Tidak diragukan lagi, semua itu sedang dilanggar di Gaza, saat ini," demikian petikan lain tulisan 13 anggota MEP yang dikutip dari insideworldfootball.com, Ahad (18/2/2024).

Mereka menyebut pelanggaran HAM terus berlanjut di Palestina. Sesuatu yang tak bisa dibiarkan. Sehingga muncul reaksi seperti ini.

Berikut daftar nama 13 anggota MEP yang menandatangani surat kepada FIFA dab UEFA tersebut.  Ada Manu Pineda, Javier Nart, Ana Miranda, Maria Palop, Miguel Urban, Esther Sanz, Idoia Villaneuva (Spanyol), Clare Daly, Mick Wallace, Luke Flanagan, Chris MacManus (Irlandia). Kemudian Marc Botenga (Belgia), serta Martin Buschmann (Jerman).

Sebagian besar organisasi sepak bola internasional tetap bungkam mengenai perang di Gaza. Tak terkecuali FIFA. Sangat kontras dengan pernyataan yang dikeluarkan badan tersebut, tak lama setelah Rusia menginvasi Ukraina.

Sekretaris Jenderal UEFA, Theodore Theodoridis berpendapat apa yang terjadi pada Israel adalah kasus yang sama sekali berbeda dari Rusia. "Ada dua situasi yang sangat berbeda antara kedua negara. Jangan lupakan awal perang di Rusia dan Ukraina dan awal dari apa yang terjadi sekarang di Timur Tengah, yang tentu saja disesalkan," ujar Theodoridis dalam sebuah konferensi pers, baru-baru ini.

Satu yang pasti, di Gaza sedang terjadi pembunuhan warga sipil. Kemudian bantuan kemanusian diblokade. Lalu penghancuran infrastruktur yang juga berdampak pada pesepak bola, wasit, pelayanan publik, fasilitas olahraga. Menurut para Anggota Parlemen Eropa itu, situasi ini merupakan kejahatan yang tak bisa diabaikan.

 

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement