Ahad 10 Mar 2024 21:33 WIB

Pemenang Jakarta International Marathon 2024 Bisa Dapat Total Uang Rp 3 Miliar dan Rumah

BTN jadi sponsor utama Jakarta International Marathon 2024

Rep: Frederikus Dominggus Bata/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Dari kiri ke kanan: Pelari nasional, Agus Prayogo; Sekjen PB PASI, Tigor Tanjung, Dirut Bank BTN, Nixon Napitupulu; Race Director BTN JAKIM 2024, Satria Guardian, dan influencer Soraya Larasati berfoto usai menggelar press conference BTN Jakarta International Marathon (JAKIM) 2024 di Hutan Kota Plataran, Kompleks Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Ahad (10/3/2024).
Foto: Republika/Frederikus Bata
Dari kiri ke kanan: Pelari nasional, Agus Prayogo; Sekjen PB PASI, Tigor Tanjung, Dirut Bank BTN, Nixon Napitupulu; Race Director BTN JAKIM 2024, Satria Guardian, dan influencer Soraya Larasati berfoto usai menggelar press conference BTN Jakarta International Marathon (JAKIM) 2024 di Hutan Kota Plataran, Kompleks Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Ahad (10/3/2024).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) melakukan berbagai cara demi menyukseskan Jakarta International Marathon (JAKIM) 2024. BTN menjadi sponsor acara yang digelar pada 23 Juni 2024 itu.

Direktur Utama BTN, Nixon Napitupulu mengatakan, pihaknya akan menaikkan nominal hadiah. Tahun lalu, total hadiah sektar Rp 2,5 miliar. Saat itu masih bernama BTN Jakarta Run.

"Saat ini hadiahnya kita naikkan, menjadi Rp 3 Miliar. Khusus pemecah rekor akan mendapat hadiah rumah," kata Nixon saat melakukan konferensi pers grand launching JAKIM 2024, dengan berbagai stakeholder terkait di Hutan Kota Plataran, Kompleks Gelora Bung Karno (GBK), Ahad (10/3/2024).

Rekor yang dimaksud adalah catatan terbaik dalam skala nasional di nomor marathon. Pasalnya agenda ini sudah mendapat dukungan penuh dari Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI). Nama eventnya juga telah dipatenkan.

Sehingga semuanya merujuk pada proses resmi. Sebelumnya, pemegang rekor nasional nomor marathon masih tercatat atas nama almarhum Eduardus Nabunome. Edu menorehkan mencapai hal itu pada Pekan Olahraga Nasional (PON) Jakarta 1993 dengan catatan waktu dua jam 19 menit 18 detik. Rekor yang sudah bertahan lebih dari satu dekade.

"Saya merasa tertantang juga (untuk memecahkan)," kata pelari nasional, Agus Prayogo yang turut hadir di acara ini.

Pernyataan Agus, disambut tepuk tangan. Selebihnya, ia lebih memilih untuk membakar semangat peserta yang hadir. Terutama mereka yang aktif di komunitas pelari.

Ada hadiah besar menanti. Banyak sisi positif bisa dicapai dengan mengikuti JAKIM 2024 ini. Selain terus membangkitkan semangat hidup sehat, juga berpotensi memenangkan sesuatu yang dijanjikan penyelenggara.

"Masih ada waktu. Ayo latihan dari sekarang. Siapa tahu, satu di antara kalian bisa pecahkan rekor," ujar Agus.

Artis Soraya Larasati menyampaikan hal serupa. Ia melihat dalam kaca mata umum ini tentang pentingnya menyukseskan JAKIM 2024.

Soraya sudah aktif menekuni olahraga lari, meski sebatas hobi. Ia berharap semakin banyak orang tertarik melakukan hal serupa. Kebetulan ada ajang resmi yang siap digelar.

"Biasanya pelari hobi, nyarinya merchadise. Apalagi yang atlet. Nilai hadiahnya menggiurkan. Jadi sayang banget kalau event ini terlewatkan," ujar Soraya.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkolaborasi dengan BTN, baru saja menggelar grand launcing event JAKIM ini. Artinya, proses sosialisasi ajang lari berskala internasional itu resmi dimulai.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement