Kamis 14 Mar 2024 14:46 WIB

De Rossi Berharap Leg Kedua Pertemuan AS Roma dengan Brighton Berjalan Membosankan

Roma bermodalkan kemenangan 4-0 saat tandang ke markas Brighton di Liga Europa.

Pelatih AS Roma Daniele De Rossi
Foto: EPA-EFE/MAURIZIO BRAMBATTI
Pelatih AS Roma Daniele De Rossi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pelatih AS Roma Daniele De Rossi berharap jalannya pertandingan leg kedua 16 besar Liga Europa melawan Brighton & Hove Albion di Stadion American Express Community, Brighton, Jumat (15/3/2024) dini hari pukul 03.00 WIB berjalan “membosankan”.

De Rossi mengatakan hal ini agar pada laga nanti tak banyak peluang yang tercipta dan laga berakhir imbang 0-0. Hasil yang akan membawa Roma ke perempat final setelah menang 4-0 pada leg pertama di Stadion Olimpico, Jumat (8/3/2024) pekan lalu.

Baca Juga

“Ini akan menjadi pertandingan yang fantastis besok, tapi kami juga berharap ini akan sedikit membosankan. Kami tentu tidak akan keberatan jika hasil imbang 0-0,” kata De Rossi, dilansir dari laman resmi klub, Kamis.

Namun, terlepas dari harapannya itu, ia mengatakan Giallorossi pada laga nanti akan bermain menyerang untuk mencetak gol meski sudah unggul empat gol dalam agregat. Ini karena ia tahu gaya bermain Brighton di bawah asuhan pelatih Roberto De Zerbi yang selalu memainkan sepak bola menyerang dengan penguasaan bola tinggi.

“De Zerbi adalah pelatih yang luar biasa dan mengejutkan, tetapi saya tidak mengharapkan dia mengubah formasi karena dia selalu mempersiapkan pertandingan untuk mencetak gol dan bermain di depan,” kata pelatih yang sekaligus legenda klub itu.

“Saya rasa mereka tidak perlu banyak mengubah cara mereka biasanya. Mereka bukanlah tim bertahan yang mencoba bermain dengan gaya menyerang untuk pertama kalinya,” lanjutnya.

Pada laga nanti, Roma berpotensi akan bermain tanpa striker andalannya Romelu Lukaku yang sedang mengalami masalah cedera pinggul. Lukaku menyumbang satu gol kemenangan Roma pada leg pertama.

Namun, meski akan bermain tanpa striker andalannya, De Rossi mengatakan hal itu tidak akan menjadi masalah serius bagi Roma.

“Paulo Dybala baik-baik saja. Dia berlatih dengan pemain lain. Lukaku mempunyai masalah pinggul yang telah mengganggunya selama beberapa waktu, bahkan mungkin berbulan-bulan atau bertahun-tahun. Sesekali kambuh lagi dan bila kambuh, cara mengatasinya adalah dengan istirahat,” katanya.

“Jangan tanya berapa lama istirahatnya. Saya tidak tahu, tapi cukuplah dia tidak bisa berada di sini. Selama beberapa hari terakhir, dia memberitahuku bahwa dia tidak akan berhasil. Saya pikir kami punya beberapa pemain hebat di tim ini, dan kami juga bisa bermain tanpa mereka,” tutupnya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement