Jumat 22 Mar 2024 23:25 WIB

Duel Lawan China U-20 Imbang, Erick Thohir Berharap Timnas Indonesia U-20 Bisa Lebih Baik

Erick meminta timnas U-20 bisa meladeni permainan keras.

Rep: Fitriyanto/ Red: Israr Itah
Pemain timnas Indonesia U-20 Figo Dennis (kiri) merayakan golnya ke gawang timna schina U-20.
Foto: Dok PSSI
Pemain timnas Indonesia U-20 Figo Dennis (kiri) merayakan golnya ke gawang timna schina U-20.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Pertandingan persahabatan internasional antara timnas Indonesia U-20 vs China U-20 berakhir dengan skor imbang 1-1 di Stadion Madya, Senayan, Jakarta, Jumat (22/3/2024) malam.

Gol pertama tercipta oleh pemain timnas China Peng Xiao. Dia membobol gawang Indonesia pada menit ke-14.

Baca Juga

Skuad Garuda kemudian membalas dengan memanfaatkan hadiah tendangan penalti pada menit ke-91 atau injury time laga. Figo Dennis Saputrananto sukses menaklukkan penjaga gawang China, Xie Gongbo untuk mengubah skor menjadi imbang 1-1 hingga pertangan berakhir.

Atas hasil pertandingan tersebut, Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Erick Thohir menegaskan, saat ini, tim nasional dari Asia terus berbenah dan memperbaiki diri. 

Mereka secara fisik keras. Contohnya timnas senior Vietnam saat duel Kualifikasi Piala Dunia 2026 kemarin di Jakarta. Demikian juga dengan timnas China U-20 yang main malam ini.

Menurut Erick, Indonesia juga harus bisa mengimbangi bermain keras. "Bukan bermain kasar ya, tetapi bermain keras. Kalau kita tidak berani bermain keras, maka pasti kita tidak bisa mendapatkan permainan yang sepadan. Jadi tidak hanya skill, tetapi berani main fisik keras dan permainan tim," ujarnya.

Khusus terkait pertandingan timnas U-20 malam ini, Erick mengatakan, ini merupakan pertandingan ketiga dalam upaya meraih target masuk Piala Dunia U-20 2025. Untuk itu, Indonesia melaksanakan persiapan yang serius. Antara lain dengan menggelar Training Center di Indonesia dan Qatar, lalu uji tanding melawan Thailand dan Uzbekistan, dan terbaru adalah melawan China U-20 malam ini.

"Ada peningkatan, tetapi saya mengharapkan jauh lebih baik dari ini. Tadi selain bermain keras, perlu bermain tim dengan baik. Beberapa pemain sudah main di Liga 1, jadi mereka punya skill yang luar biasa," tegasnya.

Pertandingan yang berlangsung di Stadion Madya Bung Karno, Jakarta, Jumat (22 Maret 2024) ini dipimpin oleh Wasit Indonesia, Yudi Nurcahya.

Indonesia punya kesempatan berikutnya memperbaiki penampilan. Sebab pada Senin (25/3/2024) depan, Riski Afrisal dkk akan kembali bertemu China U-20, masih dalam laga persahabatan internasional.

Skuad Garuda Muda yang diasuh Indra Sjafri menghadapi dua agenda besar. Pertama, memburu gelar juara di Piala AFF U-19 2024. Target ini bukan mimpi di siang bolong, mengingat Indonesia pernah mencicipi manisnya juara pada tahun 2013.

Kedua, lolos ke Piala Dunia U-20 2025 di Chile. Tiket menuju turnamen bergengsi ini bisa diraih dengan menembus babak semifinal Piala Asia U-20 2025.

Para pemain timnas U-20 yang bermain melawan China antara lain adalah Ikram Al Giffari, Dony Tri Pamungkas, Muh Mufli Hidayat, Muhammad Iqbal Gwijangge, Ari Yansyah Abdulmanan, Dani Saputra, M Riski Afrisal, Muhammad Kafiatur Rizky, Rahmat Syawal, Sulthan Zaky Pramana Putra Razak, dan Arkhan Kaka Putra Purwanto. 

Adapun pemain China adalah Xie Gongbo, He Yiran, Liu Tiecheng, Peng Xiao, Xu Junchi, Chen Zeshi, Xia Zihao, Ye Daoxin, Liu Cheng, Tang Rui, dan Zong Wen yang diasuh pelatih Dejan Djurdjevic. 

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement