Rabu 08 May 2024 05:55 WIB

Enrique Sebut PSG Kurang Beruntung Setelah Didepak Dortmund di Semifinal Liga Champions

Upaya PSG empat kali membentur tiang atau mistar Dortmund pada leg kedua di Paris.

 Pelatih Paris Saint Germain Luis Enrique.
Foto: EPA-EFE/TERESA SUAREZ
Pelatih Paris Saint Germain Luis Enrique.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pelatih Paris Saint-Germain (PSG) Luis Enrique menilai timnya kurang beruntung setelah disingkirkan Borussia Dortmund pada babak semifinal Liga Champions, Rabu (8/5/2024) dini hari WIB.

Dikutip dari laman resmi UEFA, Rabu, Enrique menjelaskan timnya sudah melakukan berbagai upaya untuk keluar sebagai pemenang, tapi upaya mereka tak ada yang membuahkan hasil.

Baca Juga

"Sejujurnya, saya pikir kami pantas memenangkan pertandingan ini. Kami menciptakan 31 tembakan, membentur tiang gawang sebanyak empat kali. Dalam dua pertandingan, kami membentur tiang gawang sebanyak enam kali, api tidak mencetak gol," ungkap Enrique.

"Sepak bola terkadang sangat tidak adil. Selamat untuk Dortmund. Mereka tim yang hebat. Saya berharap mereka bisa pergi dan memenangkan final," sambungnya. 

PSG disingkirkan oleh Dortmund dengan agregat 0-2 setelah pada masing-masing leg, Kylian Mbappe serta kolega menelan kekalahan dengan skor 0-1.

Pada leg kedua di Stadion Parc des Princes, Paris, Rabu dini hari WIB, PSG telah banyak melakukan upaya untuk mencetak gol. Namun pada akhirnya The Yellow Submarine yang menjadi pemenang berkat gol semata wayang Mats Hummels.

Meski harus mengakhiri perjalanan mereka di Liga Champions pada babak semifinal, Enrique mengatakan dirinya tetap bangga dengan perjuangan anak-anak asuhnya.

"Saya senang dengan apa yang saya lihat dari tim saya. Semangat yang nyata. Sebuah tim yang memberikan segalanya. Para pendukung juga luar biasa," jelas Enrique.

"Saya berharap kami memiliki kebersamaan ini ke depannya. Pemain yang berkeringat demi seragamnya. Saya ulangi, kami harus mengucapkan selamat kepada tim yang lolos ke final," pungkasnya.

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement