Jumat 26 Nov 2010 18:07 WIB

Pria Main di Tim Sepak Bola Wanita?

Rep: Israr/ Red: Endro Yuwanto
Timnas sepak bola wanita Equatorial Guinea
Timnas sepak bola wanita Equatorial Guinea

REPUBLIKA.CO.ID, ABUJA--Federasi Sepak Bola Nigeria (NFF) mengajukan keberatan resmi kepada Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF). NAF menuduh tim sepak bola wanita Republik Equatorial Guinea, negara kecil di Afrika Tengah,  menurunkan dua pemain pria, yaitu kapten Genoveva Anonma dan striker Salimata Simpore di kejuaraan Piala Afrika wanita di Afrika Selatan.

“Protes terus berjalan. Kami telah memasukkan protes kami kepada CAF dan menunggu reaksi mereka,” kata juru bicara NFF, Robinson Okosun, kepada AP, Kamis (25/11).

Federasi Sepak Bola Equatorial Guinea (Feguifoot) membantah tuduhan tersebut dengan mengatakan bahwa lawan-lawan mereka menderita “inferiority complex”. Equatorial Guinea adalah salah satu negara terkecil di Afrika dengan luas 28.000 km per segi dan berpenduduk sekitar satu juta orang, namun berprestasi mengkilap.

Tim sepak bola wanita mereka lolos ke Piala Dunia wanita di Jerman tahun depan setelah menempati posisi kedua di Piala Afrika wanita baru-baru ini. Equatorial Guinea kalah 2-4 dari Nigeria di final.

Anonma, yang dituduh berjenis kelamin pria ini mengaku tersinggung. Sebelumnya, pemain klub Jerman, USV Jena ini mengaku sudah menjalani tes kelamin yang dinilai ‘menyerang’.

Ghana dan Kamerun juga mempertanyakan perihal jenis kelamin ini. Namun Kamerun tidak mengajukan keberatan.

“Kami tidak memikirkan mengajukan kasus ini melawan Equatorial Guinea,” kata juru bicara tim Kamerun,  Junior Binyam. “Kami harus melihat hasil (keberatan yang diajukan Nigeria) agar kami kemudian tahu apa yang harus dilakukan.”

Equatorial Guinea memenangi Piala Afrika wanita pada 2008 setelah mengalahkan tim favorit sekaligus tuan rumah Nigeria. Tim ini menjadi satu-satunya negara selain Nigeria yang memenangi gelar juara. Tim Equatorial Guinea saat itu juga dituduh menurunkan pemain pria.

Feguifoot menegaskan bahwa tuduhan Nigeria tidak ditemukan. Mereka menyebut ini sebagai sikap pesimistis atas kemajuan sepak bola yang diraih Equatorial Guinea.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement