Rabu 01 Dec 2010 05:58 WIB

Chris John Waspadai Pertarungan Jarak Dekat

Rep: ratna puspita/ Red: Krisman Purwoko

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Juara Tinju Dunia Kelas Bulu World Boxing Association (WBA), Chris John, menilai penantangnya, Fernando Saucedo, sebagai petarung yang berbahaya di jarak dekat. Karena itu, petinju berusia 31 tahun tersebut pun akan mewaspadai pertarungan jarak dekat dengan petinju asal Argentina tersebut, Ahad (5/12) malam.

"Kalau menghindari pertarungan jarak dekat akan sulit, karena itu yang dapat dilakukan adalah hati-hati ketika berada di jarak yang dekat," kata Chris di sela-sela public training di Jakarta, Selasa (30/11).

Chris mengatakan, sudah mempelajari gaya bertarung Saucedo dan menilai petinju asal Argentina tersebut memiliki kombinasi pukulan yang sangat bagus. "Semua pukulannya, baik kiri maupun kanan, sama berbahayanya," kata petinju yang mengenakan sabuk juara dunia WBA sejak 2003 silam.

Namun, Chris mengaku, tidak akan menerapkan strategi khusus pada duel untuk mempertahankan gelar kelas bulu super champion WBA ke-13 kalinya. Petinju yang ditangani pelatih Australia, Craig Christian ini  mengatakan, dirinya akan menerapkan strategi sesuai kebutuhan di atas ring.

"Saya sudah berlatih semua strategi dan teknik. Jangkauan kami berdua hampir sama. Tapi, seperti apa di atas ring, kita lihat kondisinya," kata petinju kelahiran Banjarnegara, Jawa Tengah, tersebut.

Sebelumnya, Chris sempat menyatakan tekadnya untuk menjatuhkan penantangnya tersebut pada ronde ke sepuluh. Pada kesempatan kemarin, Chris menyatakan, akan berusaha untuk meng-knock-out Saucedo.

"Saya ingin menang KO, lebih cepat lebih baik. Tetapi saya tidak mau terburu nafsu untuk menjatuhkan dia. Bagaimanapun dia petinju yang bagus, kalau tidak (bagus) tidak mungkin masuk peringkat WBA," kata dia.

Pertarungan dengan promotor Raja Sapta Oktohari dari Mahkota Promotion tersebut merupakan penundaan dari dua jadwal sebelumnya. Pertarungan pertama seharusnya digelar di Bali, 22 Mei lalu. Namun, pertarungan dengan promotor Zaenal Thayeb tersebut batal karena Chris mengalami cedera bahu kiri.

Sementara pertarungan kedua seharusnya dilaksanakan di Jakarta, 26 Juli lalu, setelah Chris mengalami cedera tulang rusuk bagian kiri. "Sekarang saya sudah dalam kondisi 100 persen, cedera itu sudah tidak mengganggu saya," kata dia.

Chris menyatakan, saat ini, dirinya hanya fokus melakukan persiapan akhir, yaitu menjaga keseimbangan berat badannya. "Hanya beberapa hari sebelum timbang badan saya akan mempertahankan berat badan ideal saya," ujar Chris John.

Selain antara Chris John dan Saucedo, juga digelar pertarungan petinju nasional asal Kaalimatan Barat (Kalbar), Daud Jordan, dengan petinju Argentina, Damian David Marciano. Seperti halnya Chris, Daud juga tinggal mempertahankan berat badannya.

Untuk menghadapi Marciano yang bertipikal fighter, Daud mengatakan, akan tampil lebih agresif dengan mengandalkan kombinasi pukulan. "Dia petinju yang cepat, kombinasi pukulannya juga bagus. Dia beberapa kali menantang juara dunia, meski gagal. Tapi, itu jadi patokan," kata petinju berusia 23 tahun tersebut.

Petinju asal Kalimantan Barat itu pun tak segan memasang target menang melawan Marciano. "Ini tahap awal. Kalau ingin menuju dunia, maka saya harus memenangkan pertandingan ini. Saya akan berusaha memaksimalkan semua kesempatan," kata dia.

Daud pun menegaskan bila dirinya tidak akan mengulang penampilannya ketika menelan kekalahan dari petinju Panama, Celestine Caballero, dalam pertandingan super champion versi WBA, di Amerika Serikat, April lalu.

"Ketika itu, ada masalah nonteknis yang memengaruhi penampilan saya. Saya berangkat empat hari sebelum pertandingan, jetlag, kelelahan karena jarak yang terlalu jauh membuat semua yang sudah dilatih tidak dapat ke luar," kata dia. Namun, atmosfer pertandingan yang digelar di Indonesia dengan banyaknya dukungan dari pentonton diharapkan akan memberi keuntungan bagi dirinya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement