REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin, ingin menjadikan sepak bola nasional menuju industri olahraga. Dengan industri olahraga itu, kompetisi sepak bola yang ada di Tanah Air tidak lagi menggunakan dana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).
"Penggunaan dana pemerintah melalui APBD sebenarnya boleh-boleh saja, dengan catatan untuk perbaikan infrastruktur pembangunan lapangan sepak bola di semua daerah menuju standar internasional. Namun APBD jangan disalah gunakan untuk mengontrak pemain asing," ujar Djohar di Jakarta, Rabu (20/7).
Djohar melanjutkan, sebagian besar lapangan yang ada di daerah belum memenuhi standar internasional. Sehingga para pemain belum memenuhi kreteria internasional dalam pembibitan dan pembinaannya.
Hal seperti ini, menurut dia, tidak boleh terjadi lagi di sepak bola nasional. Selain itu, katanya, penggunaan dana APBD bisa dilimpahkan pada penataran wasit dan pelatih.
Memperbanyak pelatih dan wasit yang memiliki sertifikat internasional sama juga dengan perbaikan prestasi pemain. Wasit dan pelatih dapat memberikan masukan pada pemain saat berlatih di lapangan maupun saat pertandingan.
Penerapan aturan internasional sangat membantu para para pemain saat melangkah ke jenjang tim nasional yang dipromosikan ke berbagai event internasional. Menyinggung penggunaan manajemen kompetisi di Indonesia, Djohar mengatakan, sebenarnya program Liga Primer Indonesia (LPI) sudah benar.
Karena klub yang tampil dalam kompetisi LPI tidak lagi menggunakan dana APBD, namun murni swadaya masyarakat. Manajemen seperti itu katanya, harus dipertahankan dan ditingkat lagi.
Ia berharap, klub-klub sepak bola nasional bisa mandiri untuk melahirkan pemain yang berkaliber internasional. Bila keinginan seperti itu sudah tercapai, maka sepak bola menuju industri olahraga tercapai dan memenuhi sasaran dengan mengekspor pemain ke berbagai belahan dunia.