Kamis 18 Aug 2011 16:40 WIB

PSSI Hentikan Program Naturalisasi

Rep: Ratna Puspita/ Red: Djibril Muhammad
Para pemain naturalisasi
Foto: Antara
Para pemain naturalisasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) menunjuk Brigadir Jendral Bernard Limbong sebagai penangung jawab tim nasional. Mantan anggota komite eksekutif (Exco) PSSI era Nurdin Halid ini mengatakan, program naturalisasi tidak akan dilanjutkan karena hanya menyia-nyiakan pemain nasional hasil kompetisi.

"Tidak ada naturalisasi. Timnas Indonesia harus dari hasil pemain nasional yang lahir di kompetisi. Buat apa kompetisi kalau pakai nauralisasi," ujar dia, di Jakarta, Kamis (18/8).

Penunjukan Limbong sebagai penanggung jawab ini juga berarti menghapus Badan Tim Nasional (BTN). "Tidak ada badan-badan di PSSI. Kordinasi langsung Ketum PSSI. Ini semacam satgas," kata dia.

Sebelumnya, Badan Tim Nasional sudah menyelesaikan naturalisasi tiga pemain, yaitu Kim Kurniawan, Ruben Wuarbanaran, dan Diego Michiels. Striker timnas, Christian Gonzales, juga menjalani proses naturalisasi setelah menikah dengan perempuan Indonesia.

BTN juga tengah mengupayakan naturalisasi enam pemain, yaitu dua pesepak bola asal Nigeria yang merumput di Indonesia Greg Nwokolo dan Fictor Igbonefo. Serta, empat pemain Belanda berdarah Indonesia, seperti Stefano Lilipaly, John van Beukering, Sergio van Dijk, dan Tony Cussel.

Limbong mengatakan, pihaknya tidak akan mengutak-utik pemain yang sudah melakukan naturalisasi. "Apakah mereka masuk skuat atau tidak, tergantung pelatihnya. Tapi, saya yakin Rahmad Darmawan paham apa itu nasionalisme," kata dia menegaskan.

Sementara untuk enam pemain yang masih berproses, Limbong berniat menghentikannya. Meski demikian, dia tidak ingin tergesa-gesa. "Kalau kualitasnya rata-rata pemain kita, lebih baik tidak usah," kata dia.

Selain menghentikan naturalisasi, Limbong juga menilai, pihaknya tidak akan melakukan pembinaan dengan cara pengiriman tim ke luar negeri. Selain membuang dana yang besar, cara itu juga dianggap tidak efektif. "Pelatihnya saja kita bawa ke sini. Saya lebih suka trainer for trainer. Semakin banyak pelatih andal semakin andal juga timnas yang dibentuk," kata dia.

Sementara itu, Limbong berjanji segera mendatangkan Syamsir Alam dan Mochamad Zainal Haq ke Indonesia. Dua pemain yang tengah magang di klub Uruguay, Penarol, ini diharapkan mengikuti seleksi timnas U-23 yang akan berlaga pada SEA Games XXVI, November mendatang.

"Sesegara mungkin mereka datang ke Indonesia. Apapun yang dibutuhkan pelatih Rahmad akan coba kami penuhi," ujar Limbong.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement