REPUBLIKA.CO.ID,MONAKO – Habis sudah kata-kata untuk menggambarkan penampilan luar biasa Barcelona tiga musim terakhir. Raksasa Katalunya pun sepertinya belum akan mengendurkan dominasinya di Spanyol dan Eropa setelah meraih Piala Super Eropa 2011.
Barcelona mengalahkan juara Liga Eropa, FC Porto, 2-0, di Stadion Louis II, Monako. “Ini adalah generasi spesial karena tim ini bukan hanya berisikan pemain-pemain besar, tetapi mereka juga merupakan kumpulan para sahabat,” kata Arsitek Barcelona, Pep Guardiola, seperti dilansir AP.
Lionel Messi yang baru saja ditasbihkan sebagai pemain terbaik Eropa menjadi pahlawan Barcelona pada laga tersebut. Penyerang asal Argentina ini melesakan satu gol dan satu umpan kepada Cesc Fabregas yang menggandakan keunggulan La Blaugrana. “Kita semua kenal Leo. Bahkan dengan minim latihan pun dia bisa menjadi pemain yang menentukan,” ujar Guardiola.
Pelatih berusia 40 tahun ini juga memuji penampilan Fabregas yang kembali ke Nou Camp setelah menghabiskan delapan musim di Arsenal. “Cesc adalah pemain yang sangat, sangat bagus. Dia memiliki segalanya untuk bermain bagus sebagai gelandang,” kata dia.
Messi membawa Barcelona unggul pada menit 39. Bermula dari kesalahan operan Rolando. Selanjutnya, dua kali peraih pemain terbaik dunia ini mengecoh Helton Arruda untuk membawa juara Liga Champions musim lalu itu unggul.
Porto harus mengakhiri pertandingan dengan sembilan pemain. Juara Liga Portugal itu kehilangan Rolando menerima kartu kuning kedua setelah melanggar Messi pada menit 85. Sedangkan, Freddy Guarin diusir wasit karena menjegal Javier Mascherano pada pengujung pertandingan.
Fabregas melengkapi kemenangan La Blaugrana setelah menyambut umpan Messi pada menit 85. Rekannya pada Akademi Barcelona itu menyungkil bola melewati pemain belakang Porto.
Fabregas yang baru main menggantikan Pedro Rodriguez pada menit 80 melepaskan tendangan terukur untuk membobol gawang Porto. Itu merupakan gol perdana Fabregas pada laga resmi sejak menjebol gawang Huddersfield pada Piala FA, Januari silam.
Fabregas mengatakan, gol tersebut tidak lepas dari kecerdasan Messi membaca peluang. “Dia melepaskan umpan spesial dan mencetak gol spesial. Gol saya tercipta berkat dia,” kata pemain merengkuh trofi keduanya bersama Barcelona setelah Piala Super Spanyol.
Kemenangan ini datang hanya sembilan hari setelah Barcelona mengalahkan Real Madrid dalam perburuan titel Piala Super Spanyol. Hasil ini menjadikan Guardiola sebagai pelatih Barcelona paling sukses dengan 12 trofi selama empat musim.
Guardiola melampaui pencapaian legenda asal Belanda, Johan Cruyff, yang mengantar La Blaugrana merengkuh 11 gelar. “Memenangi 12 dari 15 titel (yang bisa direbut), itu berarti rata-rata empat dalam satu musim. Terlalu banyak, tak bisa dibayangkan,” kata dia.
Sukses tertinggi bukan hanya milik Guardiola. Titel ini juga menjadikan Xavi Hernandez sebagai pemain yang mengoleksi gelar paling banyak, yaitu 17 kali. “Saya senang menjadi pemain paling sukses dalam sejarah Barcelona. Tapi, hal terpenting adalah tim dan kami mencetak sejarah bersama-sama. Kami ingin terus melakukannya,” kata Xavi.