REPUBLIKA.CO.ID,BUENOS AIRES - Diego Maradona berduka. Ibu legenda Argentina itu meninggal pada usia 81 tahun setelah menderita masalah jantung. Dalma Salvadora Franco atau dikenal dengan Dona Tota sudah menjalani perawatan intensif di Rumahsakit Los Arcos, Buenos Aires, sejak Jumat (18/11).
Diego yang tengah disibukan dengan melatih klub Uni Emirat Arab, Al-Wasl, langsung pulang ke Argentina setelah mendengar ibunya masuk rumah sakit. Diego ditemani saudara-saudara perempuannya dan anak peremuan terkecilnya, Gianina Maradona.
Sumber rumah sakit, seperti dilansir Goal pada Ahad (20/11), menyebutkan Dona Tota meninggal dunia pada Sabtu (19/11). Tapi, penyebab kematiannya masih belum diungkapkan. Sebagai bentuk turut berduka, mengheningkan cipta dilakukan selama satu menit sebelum duel Independiente dan Olimpo pada Divisi Utama Argentina digelar.
Sementara Maradona baru saja mengritik pernyataan Presiden FIFA, Sepp Blatter, yang menyebutkan rasisme bukan masalah di lapangan sepak bola dan dapat diselesaikan dengan berjabat tangan.
“Saya tidak terkejut dia mengatakan itu. Blatter melakukan banyak kesalahan selama ini. Rasisme adalah sesuatu yang tidak dapat diterima. FIFA seharusnya melakukan tindakan karena efeknya sangat buruk,” ujar dia.