Rabu 25 Jan 2012 13:10 WIB

Pelampiasan Lazio

Rep: Abdullah Sammy/ Red: Hafidz Muftisany
Partai perdana Liga Italia Seri A, AC Milan melawan Lazio di stadion Sansiro, Italia, Jumat (9/9) berkesudahan imbang 2-2. (AP Photo / Antonio Calanni)
Partai perdana Liga Italia Seri A, AC Milan melawan Lazio di stadion Sansiro, Italia, Jumat (9/9) berkesudahan imbang 2-2. (AP Photo / Antonio Calanni)

REPUBLIKA.CO.ID, MILAN—Setelah dipermalukan Inter 2-1 di San Siro di Serie A, Lazio harus kembali ke San Siro untuk menghadapi AC Milan di babak perempatfinal Copa Italia, Jumat (27/1) dini hari.

Pelatih Lazio, Eduardo Reja mengakui skuatnya masih sakit hati atas kekalahan perdana di San Siro musim ini. “kami kalah atas Inter karena keputusan wasit yang paradoks. Tapi kami tidak bisa terus meratapi hasil itu karena masih ada laga yang lebih penting yakni Copa Italia melawan Milan,” kata Reja seperti dikutip Goal.com.

Reja punya bekal kepercayaan diri jelang meladeni Milan. Ini tidak terlepas rekor pertemuan mereka musim ini di Liga, di mana tim Biru Langit mampu menahan Milan 2-2. “Milan adalah tim yang kuat. Mereka punya banyak pilihan pemain untuk melumpuhkan lawan,” ujar Reja.

Reja hanya akan bertumpu pada Tomasso Rocchi, Miroslav Klose, dan Djibril Cisse untuk merobek jala Milan. Dua nama terakhir adalah pencetak gol ke gawang Christian Abbiati di laga pekan kedua Serie A di San Siro.

Di pihak lain Milan berambisi memenangkan duel kontra Lazio untuk memelihara misi meraih treble winners musim ini. Rosoneri berambisi memengi Copa Italia, Serie A, dan LIga Champions guna menandingi prestasi Inter di tahun 2010 yang mampu mewujudkan tiga gelar itu dalam satu musim. “Kami adalah Milan tim yang ingin memenangi segalanya,” kata sang penyerang, Zlatan Ibrahimovic.

Kendati berambisi meraih gelar di Copa Italia, Milan tetap akan menurunkan skuat lapis keduanya seperti kala mereka menaklukkan Novara di babak perdelapan final lalu. Sosok penyerang muda berdarah Mesir, Stephan El Shaarawy, akan dipecaya pelatih Massimiliano Allegri untuk turun memperkuat lini depan Rosoneri.

Bagi Milan duel melawan Lazio selalu berlangsung sulit. Dari empat laga terakhir, laga kedua tim tidak sekalipun menemukan pemenang. Suatu rekor yang diipastikan pupus di angka lima karena duel perempatfinal Copa Italia tidak mengenal kata seri, yang berarti duel hingga drama adu penalty.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement