REPUBLIKA.CO.ID, ROMA - Juara bertahan Liga Italia, AC Milan, memulai fase krusial dari musim mereka ketika mereka bertandang ke markas tim peringkat ketiga, Udinese, pada pekan ini. Penyerang sekaligus bintang Milan, Zlatan Ibrahimovic, mulai menjalani hukuman larangan bermain untuk tiga pertandingan pada Sabtu (11/2).
Padahal itu masuk periode genting di mana Milan yang menghuni peringkat kedua, harus bertemu dengan dua tim papan atas lainnya. Mengikuti perjalanan mereka ke Udine, secara berturut-turut Milan akan menjamu Cesena dan pemuncak klasemen Juventus di San Siro.
Pada periode krusial ini Milan tidak dapat diperkuat pemain-pemain terbaik dan pencetak gol terbanyak mereka, khususnya dengan absennya dua penyerang, Pato dan Antonio Cassano.
Dengan demikian ada tekanan ekstra yang dibebankan pada Robinho, penyerang veteran Filippo Inzaghi, pemain belia Stephan El Shaarawy, dan pemain baru, Maxi Lopez.
Tiga nama terakhir kesulitan menembus tim inti Milan musim ini. Sementara Robinho, penyerang yang paling sering dimainkan setelah Ibrahimovic, baru membukukan tiga gol dari 17 kali tampil di liga.
Total ia hanya mencetak lima gol dari 24 pertandingan di semua kompetisi. Ia dinilai kerap membuang kesempatan bagus yang ada di depan mata, termasuk dua peluang di depan gawang yang sudah terbuka dari dalam kotak penalti pada November.
Ia juga gagal menaklukkan kiper dalam posisi one-on-one pada pertandingan akhir pekan lalu melawan Napoli, tembakannya melebar dari tiang gawang Morgan De Sanctis.
Kapten Milan, Massimo Ambrosini, mengakui bahwa 'pria besar dari Swedia,' yang catatan 15 golnya di liga masih lebih banyak dibandingkan gabungan semua gol yang dibukukan penyerang-penyerang Milan lainnya, akan sangat dirindukan.
"Ibrahimovic adalah pemain yang sangat diperlukan dan akan penting untuk memahami bagaimana tim akan bereaksi terhadap absennya ia," ucapnya. "Bagaimanapun, tahun lalu kami melakukan beberapa performa bagus tanpa kehadirannya," imbuhnya tetap optmistis.