REPUBLIKA.CO.ID, KARAWANG -- Pelatih Pelita Jaya, Rahmad Darmawan menilai, anak asuhnya terlalu bermain hati-hati saat menjungkal Persela Lamongan 1-0 di Stadion Singaperbangsa Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Rabu (14/3) dalam lanjutan Liga Super Indonesia (LSI) 2011/2012. Rahmad menilai, bila timnya bermain lepas, Pelita bisa menang lebih dari satu gol.
"Cukup banyak peluang dan seharusnya Pelita bisa menambah golnya," kata Rahmad di Karawang.
RD, demikian ia biasa disapa, mengatakan, kondisi lapangan yang licin setelah diguyur hujan juga menjadi kendala tersendiri bagi tim tuan rumah. Para pemain Pelita dinilai cukup berat mengembangkan pola permainannya seperti biasa, karena kondisi lapangan yang licin.
Dituturkannya, Pelita sebenarnya tidak diperkuat tim inti seperti Egi Melgiansyah, Alexander Bajevsky, dan beberapa pemain inti lainnya yang dihajar cedera. "Tetapi saya percaya kepada para pemain muda itu, dan saya puas dengan kemenangan ini (1-0 atas Persela), karena bisa meraih tiga poin," kata mantan pelatih Timnas Indonesia U-23 itu.
Di kesempatan yang sama, Pelatih Persela, Miroslav Janu, berkelit timnya gagal mencuri poin lantaran timnya tidak diperkuat sejumlah pemain inti, seperti Mario Costas, Sukadana, Suroso, dan Satoshi Utomo. Para pemain inti Persela itu tidak bisa bermain karena cedera dan ada yang akumulasi kartu kuning.
Dalam laga itu, Pelita sukses membungkus kemenangan lewat gol tunggal Greg Nwokolo di penghujung babak pertama.
Tambahan tiga poin membuat posisi Pelita di klasemen sementara ISL menyodok ke peringkat delapan, menggeser PSPS Pekanbaru. Sedangkan kekalahan dari Peliat membuat Persela terpaku di tempat kelima klasemen sementara ISL dengan 25 poin.