REPUBLIKA.CO.ID, PARIS -- Jelang laga leg pertama perempat final Coupe de France atau Piala Perancis kontra Olympique Lyon, Kamis (22/3) dini hari WIB di Parc des Princes , pelatih Paris Saint Germain (PSG), Carlo Ancelotti menyatakan bakal merotasi pasukannya. Kebijakan itu diambil Ancelotti agar tim utamanya tetap segar dalam perburuan gelar Ligue 1 Perancis dan Piala Perancis.
PSG saat ini masih kokoh di puncak klasemen Ligue 1, unggul dua poin dari pesaing terdekatnya, Montpellier HSC. Namun, di pekan ke-29, PSG bakal bertemu tim kuat, Girondins de Bordeaux, Minggu (26/3) dini hari WIB. Jika seri apalagi kalah di kandang sendiri, sementara Montpellier menang, PSG bisa tergusur dari puncak klasemen.
Kendati Don Carlo --julukan Ancelotti-- mengakui gelar Ligue 1 adalah prioritas utama timnya, tapi ia menegaskan Les Rouge-et-Bleu --julukan PSG-- tidak akan memandang sebelah mata mahkota Piala Perancis.
"Hari ini yang paling penting adalah Lyon. Piala (Prancis) sangat penting bagi kami. Jika kami bermain baik selama 180 menit, kami dapat mencapai. Kami akan memiliki waktu untuk melakukan persiapan untuk (pertandingan melawan) Bordeaux. Dalam empat hari, anda dapat memulihkan diri," kata mantan pelatih AC Milan itu.
Pelatih asal Italia ini menjelaskan, "(Nicolas) Douchez akan dimainkan. kami juga dapat menggunakan pemain-pemain yang tidak bermain melawan Caen, untuk mendapatkan tim yang lebih segar yang dapat bermain dengan intensitas."
"(Milan) Bisevac, (Christophe) Jallet, (Mathieu) Bodmer masih segar, dalam bentuk yang bagus. Pemain-pemain saya melakukan pekerjaan fantastis, kami tidak pernah kalah dari 12 pertandingan (sejak kedatangannya)," sebut mantan pelatih Chelsea itu. "Mereka memiliki sikap yang fantastis, namun terkadang saya harus berkata pada mereka bahwa mereka harus lebih terfokus pada pertandingan. Tentu saja, saya ingin melihat intensitas yang sama pada Rabu (Kamis)."
Pelatih 52 tahun itu menambahkan, dirinya senang dengan penampilan playmaker asal Argentina, Javier Pastore, yang telah pulih dari cedera paha kiri.
"Ia berkembang pada setiap pertandingan. Ia perlu bekerja lebih sebab fisiknya tidak dalam kondisi 100 persen. Ia berlatih dengan sangat baik, ia termotivasi," tandas pemilik caps 26 dan satu gol itu bersama Timnas Italia.