REPUBLIKA.CO.ID, MADRID -- Mantan presiden Barcelona, Joan Laporta, mengakui Zlatan Ibrahimovic adalah kesalahan terbesar Barcelona. Kebijakan mendatangkan Ibrahimovic dari Inter Milan bertentangan dengan filosofi Barcelona.
Ibrahimovic gagal menemukan kemampuan terbaiknya bersama Barcelona sebelum akhirnya kini kembali tampil ciamik bersama AC Milan.
''Penandatanganan Ibrahimovic adalah sebuah kesalahan,'' kata Laporta seperti dikutip Tribalfootball. ''Dia datang dalam kondisi tidak selaras dengan tim. Ada tekanan besar.''
Laporta menilai Ibrahimovic tidak bisa cocok dengan sistem sepakbola Barcelona yang mengutamakan kolektivitas. Ibrahimovic, yang dikenal suka bermain egois, terpental dari permainan Barcelona yang memuja permainan kolektif.
''Penekenan kontrak Ibrahimovic juga tidak konsisten dengan filosofi kami yang mengutama pemain muda binaan akademi kami,'' kata Laporta.