Kamis 03 May 2012 20:03 WIB

Madrid Juara, Mourinho Sandang Julukan Baru

Rep: Satria Kartika Yudha/ Red: Karta Raharja Ucu
 Pelatih Real Madrid, Jose Mourinho merayakan kesuksesan timnya meraih gelar La Liga Spanyol ke 32 setelah menundukkan Athletic Bilbao 3-0, Kamis (3/5) dini hari.  (AP Photo/Alvaro Barrientos)
Pelatih Real Madrid, Jose Mourinho merayakan kesuksesan timnya meraih gelar La Liga Spanyol ke 32 setelah menundukkan Athletic Bilbao 3-0, Kamis (3/5) dini hari. (AP Photo/Alvaro Barrientos)

REPUBLIKA.CO.ID, BILBAO -- Mahkota La Liga Spanyol akhirnya pindah ke tangan Real Madrid setelah tiga tahun beruntun terkunci di lemari Barcelona. Kemenangan 3-0 atas Athletic Bilbao di Stadion San Mames, Kamis (3/5), memastikan Madrid menjadi jawara di kompetisi kasta tertinggi negeri Matador musim 2011/2012.

Keberhasilan mengunci gelar La Liga tak hanya menjadi prestasi klub, tetapi juga membawa sang pelatih, Jose Mourinho memiliki julukan baru 'The Only One'. Ya, Mourinho merupakan satu-satunya pelatih yang mampu meraih gelar juara liga di empat kompetisi negara berbeda. Pelatih berusia asal Portugal itu sebelumnya berhasil menjadi juara liga bersama FC Porto (Liga Primer Portugal), Chelsea (Liga Primer Inggris), Inter Milan (Liga Italia Serie-A) dan kini dengan Real Madrid di Spanyol. Gelar itu adalah gelar ketujuh juara liga yang diraih Mourinho.

Mari simak sejenak catatan prestasi tujuh gelar yang diraih Mourinho.

Saat menukangi FC Porto, Mou --sapaan akrab Jose Mourinho-- sukses membawa tim tersebut dua tahun berturut-turut menjuarai liga Portugal musim 2002/03 dan 2003/04. Gelar liga yang diraih Porto pada 2003, didapatkan setelah mereka unggul 11 poin dari Benfica dan hanya kalah dua kali dalam 34 pertandingan. Mourinho pun sukses mempertahankan gelar itu pada musim berikutnya dengan keunggulan delapan poin dari Benfica. Bahkan diluar itu, Mou juga berhasil membawa timnya menjuarai Liga Champions pada 2004, sebelum akhirnya memutuskan bergabung bersama Chelsea. Sejak saat itulah nama Jose Mourinho melejit di kancah sepakbola Eropa.

Sukses menata karir di negeri kelahirannya, Mou melangkahkan kaki ke ranah Inggris. Musim 2004/2005 adalah kali pertama ia membesut the Blues. Lagi-lagi Mou sukses membuat Chelsea meraih gelar liga setelah puasa gelar selama 50 tahun. Ia benar-benar mendulang prestasi lantaran anak-anak asuhnya hanya kalah satu kali dari 38 pertandingan.

Sama seperti yang dialami Porto. Di bawah asuhan Mou, Chelsea mampu mempertahankan gelar pada musim berikutnya setelah menjauhi Manchester United dengan selisih delapan poin.

Dengan kesuksesan itu, Mou semakin menjadi lirikan klub-klub besar. Hingga akhirnya ia menambatkan hati kepada tim berjuluk I Nerrazuri setelah meninggalkan Chelsea pada akhir 2007. Bersama Inter Milan, Mou lagi-lagi menunjukkan kualitasnya sebagai juru taktik. Inter sukses memboyong Scudetto Serie A pada 2009 dan 2010.

Selepas itu, barulah pria kelahiran 26 Januari 1963 ini meneruskan tantangannya di benua Eropa dengan membesut Madrid. Gelar liga kali ini merupakan yang pertama sejak ia bergabung dengan Los Blancos pada 2010. Maka tak heran, Mourinho merayakan kemenangan dengan mengacungkan tujuh jari setelah timnya membungkam Athletic Bilbao 3-0.

"Sudah ada tujuh gelar sekarang. Dan saya sangat senang dengan pencapaian ini," kata Mourinho dilansir Marca, Kamis (3/5).

Meski begitu, Mourinho mengakui gelar La Liga merupakan hal tersulit yang pernah ia raih dibandingkan dengan debutnya di negara sebelumnya. Kemenangan atas Sevilla membuktikan kekuatan Madrid untuk menghancurkan dominasi Barcelona di pentas Eropa.

Sejak Josep Pep Guariola menukangi Barca, Pep ibarat duri dalam daging bagi Madrid. Dari 2008, Pep berhasil menghantarkan tim katalan meraup 13 tropi, termasuk dua juara liga Champions dan tiga juara La Liga. Di bawah asuhan Pep, Barca tampil sebagai klub yang sangat menakutkan bagi tim-tim lain.

Namun, perpisahan antara Barcelona dengan sang pelatih tak diakhiri dengan kado manis. Harapan menyabet juara Liga Champions dan La Liga hanya akan menjadi pelengkap cerita akhir dari pertemuan.

Kesuksesan meraih gelar ini tentunya menjadi hal yang sangat berarti bagi mega bintang Los Blancos, Christiano Ronaldo. Sebab, baru saat inilah ia akan merasakan euforia perayaan kemenangan di air mancur Cibeles, tempat Madrid beserta para pendukungnya meluapkan rasa senang usai menjuarai kompetisi. Maklum, sejak bergabung dengan El Real pada 2009, belum sekalipun ia merasakan hingar bingar pesta di tempat itu.

"Kesenangan ini sungguh luar biasa karena merupakan kali pertama bagi saya. Dan saya belum pernah merasakan kemeriahan perayaan kemenangan bersama Madrid," kata Ronaldo dilansir laman resmi klub.

Juru gedor Madrid itu juga mengakui, kesuksesan tim menjadi juara tidak dilalui dengan mudah. Apalagi saat berhadapan sang musuh bebuyutan Barcelona. Bagi Ronaldo, mampu menyingkirkan Barca adalah suatu kebanggan tersendiri. Dan, itulah yang juga membuat para pemain lain sangat senang setelah bekerja keras selama sepuluh bulan melewati pertarungan dan latihan untuk pertandingan.

Los Merengues, julukan lain Madrid, kokoh sebagai pemuncak klasemen dengan koleksi 94 poin dari 36 pertandingan, dan unggul tujuh poin dari rival terdekatnya Barcelona. Dengan dua pertandingan tersisa, sudah sangat mustahil Barca mampu mengejar ketertinggalan poin. Sebab, Messi dan kawan-kawan hanya akan mampu meraih angka maksimal 93 poin meski memenangkan semua laga tersisa.

Ini juga gelar liga ke-32 sepanjang sejarah Los Blancos sejak tahun 1932, dan merupakan yang pertama dari empat tahun terakhir. Terlebih dari itu, anak-anak Madrid sukses mendulang sejarah berkat prestasi cemerlang musim ini. Mereka mampu mencetak 115 gol dan hanya kebobolan 30 kali dari 36 pertandingan. Hasil ini jauh lebih tinggi saat mereka menjadi kampiun 2008 yang hanya membukukan 84 gol dengan raihan 85 poin.

Kini, jangan panggil Mourionho 'the Special One', tapi panggil Mou dengan sebutan baru 'the Only One'.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement